Setahun Tercatat 17 Kasus

Peringkat 3 Angka Kematian Ibu Melahirkan

138
SERU : Ribuan warga yang mengikuti senam bersama berhasil memecahkan Rekor MURI dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke- 53 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Minggu (12/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERU : Ribuan warga yang mengikuti senam bersama berhasil memecahkan Rekor MURI dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke- 53 Kabupaten Batang di Alun-Alun Batang, Minggu (12/11) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Kabupaten Batang menempati urutan ketiga se-Provinsi Jawa Tengah dalam kasus kematian ibu melahirkan. Terbukti, hingga November 2017, tercatat sudah terakumulasi 17 kasus. Hal ini, menjadi perhatian penting dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional 2017.

“Sebanyak 17 kasus kematian ibu melahirkan di tahun 2017 menjadi perhatian Pemkab Batang. Karena itu, kami memerintahkan seluruh kepala Puskesmas untuk mengawasi ibu hamil dalam upaya menekan angka kematian ibu,” kata Bupati Batang Wihaji usai mengikuti senam sehat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-53 di Alun-Alun Batang, Minggu (12/11) kemarin. Turut memeriahkan senam masal tersebut, Wihaji, Komandan Kodim 0736 Batang Letkol Inf Fajar Ali Nugraha, Wakapolres Batang Kompol Hendri Yulianto dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang dr Hidayah Basbhet.

Bupati Wihaji berupaya melakukan langkah kongkrit untuk menekan angka kematian ibu dan anak. Di antaranya melalui layanan masyarakat Si Slamet 119 tentang kegawatdaruratan yang menjadi percontohan tingkat nasional. Layanan ini merupakan inovasi dan kreativitas Dinkes dalam memberikanan pelayanan cepat kegawatdaruratan.

“Si Slamet 119 sangat direspon masyarakat, sehingga perlu diperluas. Pasalnya, sementara ini baru ada di tiga Puskemas, yakni Puskesmas Gringsing, Tulis dan Subah. Ke depan semua Puskesmas terkoneksi Si Slamet 119 agar pelayanannya bisa lebih cepat dan maksimal,” kata Wihaji.

Ditambahkan Bupati, pada peringatan HKN menjadi momentum untuk membudayakan hidup sehat dengan menjaga pola hidup, pola makan serta berolahraga.

“Harus diawali dengan niat hidup sehat dengan makan empat sehat lima sempurna, menjaga kesehatan serta memperbanyak makan buah, sayur dan minum susu. Terpenting yaitu berolahraga,” kata Wihaji.

Selain itu, imbuhnya, untuk mencapai hidup sehat harus memenuhi syarat – syarat hidup sehat. Karena itu, harus dimulai dari diri masing–masing. Di antaranya, secara teratur berolahraga, menjaga pola makan dan  pola hidup.

“Kami berharap masyarakat Kabupaten Batang bisa lebih baik dalam menjaga kesehatannya dan memenuhi syarat hidup sehat. Dengan begitu, masyarakat  Batang bisa lebih produktif,” tutur Wihaji.

Kepala Dinkes dr Hidayah Basbhet menambahkan bahwa senam bersama untuk Pemecahan Rekor MURI tersebut dilaksanakan serentak di Indonesia. “Kami harap masyarakat bisa hidup sehat dan hidup bersih. Melalui gerakan masyarakat hidup sehat, kami mengajak masyarakat untuk makan sayur, buah dan berolahraga,” tandas dr Hidayah Basbhet. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here