Segera Batasi Aktivitas Perokok

Pemkot Ajukan Raperda Kawasan Bebas Rokok

99

MAGELANG—Perokok di Kota Magelang bakal dibatasi saat beraktivitas merokok di tempat-tempat umum. Sebab, kini Pemkot Magelang berupaya menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Bebas Rokok. Tujuannya, menciptakan kondisi udara kota yang sehat dan bersih dari asap rokok.

Wali Kota Sigit Widyonindito menyampaikan, pihaknya segera mengkaji penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok. Sehingga regulasi yang membatasi aktivitas merokok di tempat-tempat umum, bisa segera terwujud. “Kami akan kaji kembali, sehingga dapat ditertibkan soal itu (aktivitas merokok),” kata Sigit, Minggu (12/11) kemarin.

Sigit menyampaikan, penyusunan Raperda Kawasan Tanpa Rokok diperlukan untuk mengatur aktivitas merokok serta kawasan-kawasan bebas rokok secara tertib.

Regulasi akan mengatur secara spesifik kawasan bebas rokok di Kota Sejuta Bunga. Yakni, pelarangan merokok di fasilitas umum dan hanya diperbolehkan merokok di titik-titik tertentu.

“Dalam aturan tersebut, nantinya juga disusun pembatasan merokok di tempat-tempat tertentu, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan yang lain. Artinya, merokok hanya boleh di tempat khusus saja.”

Aturan tersebut, lanjut Wali Kota Sigit, juga mengatur sanksi dan penindakan bagi yang melanggar. Sanksinya, bisa berupa teguran, sanksi moral, atau sanksi dalam bentuk lain. “Termasuk PNS, kalau merokok sembarangan, ya harus ditegur,” ucap Sigit.

Rencana Pemkot Magelang mengajukan Raperda Kawasan Bebas Rokok, disikapi kalangan DPRD setempat. DPRD menilai, Pemkot selama ini tidak sepenuhnya serius merancang regulasi yang mengatur terkait pembatasan aktivitas merokok dan kawasan bebas rokok di Kota Magelang. Padahal, regulasi yang membatasi rokok sudah ada pada Perda Nomor 6 Tahun 2015. Hanya saja peraturan tersebut, tidak mengatur secara spesifik. Yang terjadi selama ini, penerapan tertib kawasan merokok hanya sekadar wacana, tanpa realisasi nyata.

Anggota Komisi B DRPD Kota Magelang, Waluyo kepada wartawan menyampaikan, rencana penyusunan peraturan kawasan tertib merokok sebenarnya sudah lama. “Namun, hingga kini, tidak ada Raperda Kawasan Tanpa Rokok yang diajukan oleh eksekutif. Padahal, rencana ini sudah ada sejak beberapa tahun silam.”

Jika dirasa Perda tersebut sangat penting, Waluyo menyarankan Pemkot memasukkannya ke Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2018. “Silakan dimasukkan ke pembahasan tahun depan. Ini adalah inisiatif dari eksekutif, silahkan segera mengajukan.”

Rencana Pemkot Magelang mengajukan Raperda Kawasan Bebas rokok mendapat dukungan dari sejumlah warga. Rachmawati, 43, warga Potrobangsan mengapresiasi rencana tersebut. “Baguslah, kalau sudah mau dibuat. Karena merokok sembarangan, sangat mengganggu hak orang lain untuk mendapatkan udara bersih dan sehat.” Ia mencontohkan, perokok bisa leluasa menyedot asap rokok di kafe atau resto, meski di sebelahnya ada ibu-ibu maupun anak-anak sesama pengunjung kafe atau resto. “Perda itu nantinya juga harus bisa mewajibkan pemilik kafe atau resto untuk membuat tempat khusus bagi perokok.”

Andi, 35, warga Potrosaran, Kota Magelang juga mendukung upaya wali kota segera menyusun Raperda Kawasan Bebas Merokok. “Saya usul saja, Perda itu nantinya juga mengatur awak angkutan umum untuk tidak boleh merokok di dalam angkutan, termasuk penumpang juga tidak boleh merokok di dalam angkutan umum.” (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here