Perjuangkan Ganti Untung Warga Kebonharjo

101
TURUN KE LAPANGAN: Tim BAP DPD RI bersama Bambang Sadono saat bertemu dan meninjau langsung lahan pengusuran di Kebonharjo, Semarang Utara, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TURUN KE LAPANGAN: Tim BAP DPD RI bersama Bambang Sadono saat bertemu dan meninjau langsung lahan pengusuran di Kebonharjo, Semarang Utara, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANGPermasalahan warga Kebonharjo, Semarang Utara mulai menemukan titik temu. Pertemuan lanjutan dari Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI sudah diagendakan Kementerian Perekonomian Republik Indonesia bersama kementerian terkait serta dinas-dinas yang ada di Pemerintah Provinsi Jateng dan Kota Semarang pada Senin (13/11) hari ini. Pertemuan tersebut untuk membahas tindak lanjut penggusuran warga Kebonharjo menuju proyek strategis nasional.

Anggota BAP DPD RI, Bambang Sadono, memastikan akan terus mengawal permasalahan warga Kebonharjo hingga ke presiden. Menurutnya, yang terpenting, bagaimana proyek tersebut benar-benar bisa menjadi proyek strategis nasional, sehingga warga bisa mendapatkan ganti rugi yang layak.

“Masalah warga Kebonharjo menyangkut ribuan warga, jadi ganti untung layak untuk warga akan kami perjuangkan. Sehingga dalam ganti untung akan dibahas juga payung hukumnya,”kata Bambang Sadono usai bertemu dengan warga Kebonharjo, Minggu (12/11).

Surat undangan dari Kementerian Perekonomian bernomor UND-173/D.VI.M. EKON/11/2017 tersebut  ditandatangani oleh Deputi Bidang Koordinasi Percepatan Infrastuktur dan Perencanaan Wilayah, Wahyu Utomo. Agenda rapat membahas tindak lanjut sengketa lahan Kebonharjo yang akan dihadiri 27 instansi.

Ketua Forum RW Kebonharjo, Suparjo, menjelaskan, pertemuan itu menindaklanjuti pertemuan 5 Oktober lalu. Ia menyampaikan, dalam pertemuan itu beberapa poin yang akan dibahas, di antaranya harapan agar warga tidak dirugikan, serta DPD RI yang akan merekomendasi proyek tersebut ke preseiden agar nantinya bisa dibawa ke proyek stategis nasional.

“Kesepakatan dengan warga, ada waktu 3 bulan untuk mendapat ganti untung, yang nantinya akan dibawa ke proyek strategis nasional,”jelasnya.

Dia mengaku warga sudah berkonsultasi langsung dengan Bambang Sadono. Pihaknya berharap besar warga bisa dibantu agar bisa mendapatkan ganti untung. Menurutnya, apabila semua itu terwujud, nantinya warga bisa pindah dari Kebonharjo dengan tertawa riang bukan menangis.

“Gubernur Ganjar juga sudah berjanji akan mengawal permasalahan Kebonharjo, kami sambut baik janji itu. Kami sebagai anak, sangat berharap gubernur sebagai bapak benar-benar mewujudkan,”harapnya.

Ketua Forum Pemuda Kebonharjo (FPK), Dedi Utomo, meminta semua kebijakan yang dibuat oleh instansi terkait tidak merugikan warga. Ia juga berharap jangan ada lagi pertikaian maupun kepentingan politik di wilayah Kebonharjo terkait penggusuran itu. ““Kita percayakan pada Pemprov Jateng asal tidak merugikan warga,”katanya. (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here