Ngaku Stres, Sempat Kirim Foto Tali Gantungan

Usai Cekcok lewat WA dengan Pacar, Penghuni SK Gantung Diri

189
OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP di kamar kos korban. (kanan) WA terakhir korban yang mengirim foto tali gantungan. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OLAH TKP: Polisi saat melakukan olah TKP di kamar kos korban. (kanan) WA terakhir korban yang mengirim foto tali gantungan. (FOTO-FOTO: M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Persoalan asmara bisa membuat sesorang gelap mata. Setidaknya ini juga yang dialami Chusnul Khotimah alias Soimah. Diduga terbelit persoalan asmara, ia nekat gantung diri di kamar kosnya Jalan Argorejo I RT 01 RW IV, Semarang Barat, Sabtu (11/11) sekitar pukul 20.30.

M HARIYANTO

MALAM minggu kemarin, kawasan Jalan Argorejo I atau dikenal sebagai lokalisasi Sunan Kuning mendadak gempar. Ini setelah Mujiono, 27, warga Grobogan yang kos di Jalan Argorejo I RT 01 RW IV bersama Eko Wibowo, 31, pekerja Salon Rias dan Pengantin To Bie, menemukan Soimah sudah tak bernyawa dalam posisi tergantung di kamarnya.

Leher warga Jalan Keper II Semarang Utara itu  terlilit selendang pantai yang diikatkan dengan sebuah gantungan besi sangkar burung yang terpaku di usuk atap kamar kos korban. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos biru bercelana jins pendek.

Eko Wibowo mengatakan, kejadian itu diketahui saat ia dan Mujiono hendak membangunkan korban yang tidur di kamar kosnya sekitar pukul 20.30. Sebab, sebelum tidur, korban berpesan agar dibangunkan  saat dirinya pulang kos sekitar pukul 19.30.

“Dia itu pulang (kos), gak cerita apa-apa, terus pamit tidur. Dia pesan sama Mujiono, kalau salon sudah tutup, suruh bangunin. Bilangnya mau kerja,” ungkap Eko Wibowo.

Setelah salon sepi pengunjung, Eko menutupnya sekitar pukul 20.30. Sesuai permintaan korban, Mujiono lantas menuju ke kamar kos korban yang berada di ujung bagian belakang. Setiba di depan kamar  berukuran sekitar 3 meter kali 4 meter itu, pintunya tertutup rapat. “Mujiono sama Yosi  sudah ke sana (kamar korban) diketuk, tidak dibukain. Lalu, dibuka paksa, ternyata dia sudah begitu (gantung diri),” katanya.

Menurut Eko, korban kos di rumah milik Supatmi, 50, warga Rembang itu  sendirian. Ia bekerja sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) sekaligus Pemandu Karaoke (PK) di Wisma Sava di kompleks lokalisasi SK. “Dia kerjanya nyanyi sama “anu”. Ya, dia asli Layur (Semarang Utara), sudah lama di sini, sudah tahunan,” ujarnya.

Eko mengaku tidak mengetahui secara persis temannya tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Namun sebelumnya Eko sempat melihat korban sempat asyik WhatsApp-an dengan seorang pria yang diduga pujaan hatinya.

“Tadi itu kayaknya WhatsApp-an sama pacarnya, tapi saya nggak tahu apa isi percakapannya. Saat saya lihat HP-nya langsung ditarik, saya malah dibilang kepo,” ujarnya.

Belakangan diketahui, perempuan kelahiran Semarang, 28 Agustus 1993 itu berkomunikasi dengan pacarnya yang di kontak HP-nya ditulis “Kesayangan”. Namun Eko tidak mau menyebutkan nama laki-laki yang menjalin asmara dengan korban. “Pacarnya asli Jepara, tapi sekarang kerja di luar kota. Terakhir pacarnya ke sini (kos) sekitar tiga minggu lalu,” katanya.

Sebelum tewas, Eko mengaku sempat makan bareng bersama korban di rumah kos. “Dia orangnya ramah, grapyak. Terakhir ketemu dia (korban) ya tadi, malah makan ayam bareng di sini sama saya, pesan lewat ojek (online),” ucapnya.

Aparat Polsek Semarang Barat yang mendapat laporan langsung mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polrestabes Semarang guna melakukan olah TKP. Setelah itu, jenazah koran dibawa ke RSUP dr Kariadi Semarang guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Kanit Inafis Polrestabes Semarang Iptu Sawal mengatakan, meninggalnya korban belum terlalu lama. Diperkirakan 2 – 3 jam sebelum ditemukan gantung diri. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan, meninggalnya belum lama, badanya masih lemas, belum kaku,” katanya.

Berdasarkan isi WA korban, rupanya tengah terjadi cekcok dengan kekasihnya. Bahkan, korban mengaku stres. Bahkan, dalam  WA tersebut, korban sudah memasang foto selendang untuk melakukan gantung diri. “Korban sudah mengancam kekasihnya itu melakukan gantung diri,” ujarnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here