Mulai Rintis Agrowisata Kuncen

97
PEMANDANGAN INDAH : Dwi Pristiwaningsih menunjukkan lokasi pembangunan agrowisata dengan pemadangan rawa pening yang sangat menarik.
PEMANDANGAN INDAH : Dwi Pristiwaningsih menunjukkan lokasi pembangunan agrowisata dengan pemadangan rawa pening yang sangat menarik.

GETASAN – Tidak ingin memanfaatkan dana Desa hanya sebatas untuk infrastruktur, Desa Polobugo berusaha mengembangkan agrowisata di daerahnya. Tujuannya, ketika sudah jadi, agrowisata ini dapat berimbas pada perputaran roda perekonomian warga sekitar.

Dikatakan Kades Polobugo Dwi Pristiwaningsih, pembangunan agrowisata yang dilakukan di tanah bengkok saat ini sudah dijalankan. Akses menuju ke lokasi juga sudah dibuat. Nantinya, ketika sudah dibuka, agrowsata ini akan dikelola oleh warga melalui BUMDes yang ada di Polobugo.

Kades : Dwi Pristiwaningsih. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kades : Dwi Pristiwaningsih. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

”Ini 2018 dianggarkan dana desa sejumlah Rp 500 juta. Untuk infrastruktur sudah selesai dan rencananya ke depan kami ingin membuat agrowisata ini sebagai sumber perkonomian warga,” jelas Dwi Pristiwaningsih Kades Polobugo.

Di agrowisata ini, nantinya pengunjung akan disuguhi berbagai macam buah-buahan. Selain itu, pemandangan indah rawa pening juga dapat dinikmati oleh pengunjung di agrowisata ini. Dwi menambahkan, untuk buah-buahan, nantinya akan ditanam buah dengan kualitas yang bagus.

Memang akan lama untuk bisa menikmati buah ini, mengingat saat ini belum dilakukan penanaman. ”Sekitar tiga tahunan. Ini yang sudah ada pohon durian lokal. Kemarin mau sekalian ditebang saya tidak boleh. Nanti akan ditambah dengan bibit-bibit unggul,” ujarnya.

Sementara menunggu durian, alpukat, manggis dan yang lainnya berbuah, Dwi menawarkan sejumlah fasilitas seperti jogging track, kolam renang dan sejumlah fasilitas outbond yang akan dibangun di lahan seluas kurang lebih tiga hektar ini.”Ada tiga hektar untuk fasilitas itu, smentara satu hektarnya untuk membangun embung. Semoga dengan adanya agrowisata ini Desa ini bisa menjadi lebih mandiri lagi,” harapnya.

Melalui agrowisata ini Dwi juga berusaha memperkenalkan UMKM yang ada di Desa Polobugo. Sejumlah hasil olahan rumahan, nantinya juga akan dihadirkan di agrowisata ini. Tidak hanya itu, Dwi juga akan melibatkan kesenian setempat untuk mengisi acara di agrowisata ini setiap pekannya. ”Ada banyak kesenian di sini. Seperti reog dan beberapa lainnya. Sehingga nanti juga bisa ditampilkan untuk menarik wisatawan,” jelasya.

Semenetara untuk kerajinan, lanjut Dwi, pembuatan kuda lumping, topeng, dan sejumlah pakaian juga akan ditampilkan di agrowisata sebagai oleh-oleh para pengunjung yang datang.  ”Seperti itu konsepnya. Untuk pemasaran, kami akan menggunakan semua jenis media. Kami juga akan menggunakan website kami yang saat ini sudah dibuat tapi belum jalan,” pungkasnya. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here