33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Modifikasi Bergaya Stance Lebih Diminati

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG – Gaya modifikasi mobil dari tahun ke tahun terus mengalami perubahan. Mulai dari bergaya ekstrim, elegan, street racing dan yang lainnya. Namun tahun ini aliran modifikasi yang paling dilirik adalah stance, dimana modifikator mengganti bagian kaki-kaki agar tunggangan jadi lebih gagah dan keren. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya animo peserta Hyperfest 2017 yang digelar di Halaman Balaikota Semarang, Sabtu (11/11).

Panitia Hyperfest 2017, Sindhu Poernomo mengatakan antusiasme modifikator di Semarang dan sekitarnya sangat tinggi. Khusus acara yang diselenggarakan kemarin total ada 137 peserta yang ikut serta dengan berbagai gaya aliran modifikasi. “Kalau tahun ini alirannya lebih ke stance, soalnya modifikasi ini bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” katanya.

Pria yang akrab disapa Sindhu ini menerangkan kontes mobil yang mengangkat tema Car Meet Up tersebut sengaja diselenggarakan untuk mengakomodir pencinta modifikasi dan penghobi otomotif sebagai wadah dan memamerkan hasil karyanya. “Kategorinya dibagi menjadi 59 kategori, 50 kategori car meet up dan 9 games. Nanti diambil pemenang yakni King dan King Nominations,” jelasnya.

Dari total 137 mobil, lanjut Sindhu, mayoritas mengikuti nomor car meet up atau gaya stance. Ia menerangkan jika modifiksi tersebut hanya menyentuh beberapa variabel ubahan, yakni bagian per, velg dan kaki-kaki. “Banyak mobil yang ceper, namun bisa digunakan harian. Mereka mengganti part bagian per dengan air suspension, jadi bisa disesuaikan kebutuhan. Pemilihan velg pun dinilai, apakah matching dengan mobil,” ucapnya.

Salah satu juri asal Bandung, Willy mengaku kagum dengan modifikator asal Semarang. Bahkan aliran stance yang ada di Semarang pun cukup beragam dan tidak ketinggalan dengan kota lainnya. “Banyak konsep yang out of the box, namun modifikasinya tidak mengurangi kenyamanan dari mobil dan masih digunakan sehari-hari,” ujarnya. Ia berharap dengan digelarnya kontes di akhir tahun ini, akan membuat modifikator asal Semarang semakin berani dan berkembang untuk lebih maju. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Lomba Salawatan Warga Saninten Meriah

SEMARANG - Mendekati akhir Ramadan, semangat warga Saninten, Banyumanik, untuk beribadah terus meningkat. Ini terlihat dari meriahnya suasana Lomba Salawatan yang digelar di Masjid...

Petani Tembakau Kurang Diperhatikan

DPRD Jateng menilai pemerintah pusat, Pemprov Jateng maupun kabupaten/kota belum sepenuhnya memihak petani tembakau di Jateng. Hal itu terbukti masih dibukanya kran impor dengan...

Menuju Transportasi Kendal yang Tertata

Oleh: Djoko Setijowarno KABUPATEN Kendal yang merupakan bagian dari wilayah Aglomerasi Kedungsepur akan mengalami lonjakan ekonomi. Utamanya setelah diresmikan Kawasan Industri Khusus (KIK) Kendal oleh...

Sudirman Akan Jalankan Revolusi Putih di Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said akan melaksanakan apa yang disebut sebagai Revolusi Putih. Yakni, membiasakan anak-anak usia sekolah di Jateng...

Prioritaskan Kesetaraan Gender

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memprioritaskan kesetaraan gender dalam pembangunan Kota Semarang. Hal ini tercermin dalam program kerja Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang, Hendi-Ita...

Belajar Pengelolaan Aset di Tanjung Pinang

RADARSEMARANG.COM, TANJUNG PINANG – Selama 3 kali berturut-turut, Pemerintah Kota Tanjungpinang mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Provinsi...