Dorong Peningkatan Perekonomian Warga

131
PELATIHAN: Warga medapatkan arahan tentang tata cara beternak kambing di balai Desa Rogomulyo Kecamatan Kaliwungu.
PELATIHAN: Warga medapatkan arahan tentang tata cara beternak kambing di balai Desa Rogomulyo Kecamatan Kaliwungu.

KALIWUNGU – Desa Rogomulyo berikan pelatihan tata cara beternak kambing kepada 20 warganya. Pelatihan ini dimaksudkan agar sejumlah warga ini bisa memperoleh pendapatan tambahan di samping pendapatan sehari-harinya sebagai petani.

Sekretaris Desa Rogomulyo Heru Waluyo menjelaskan, warga dari enam dusun yang mendapat pelatihan ini adalah mereka yang telah melalui sejumlah tahapan seleksi dengan beberapa kriteria. Diantaranya mereka haruslah warga asli Rogomulyo dengan pendapatan maksimal Rp 600 ribu.

Sekdes : Heru Waluyo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes : Heru Waluyo. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah pelatihan ini, mereka akan diberikan kambing dari Dinas Tenaga Kerja untuk diternakkan. ”Nanti juga ada monitoring dari Dinas Tenaga Kerja ketika mereka sudah mulai beternak kambing yang mereka dapatkan,” ujarnya.

Pelatihan beternak kambing ini dipilih karena di Desa ini terdapat pakan ternak yang cukup melimpah. Sehingga oleh warga dapat dimanfaatkan untuk memberi makan hewan ternaknya.

Selain itu, yang tidak kalah penting pelatihan ini ditujukan untuk membuat anak-anak usia pendidikan di Desa ini untuk lebih fokus belajar. Sebab, diceritakan Heru, masih ada anak-anak, karena keterbatasan orang tuanya, membantu orang tua mencari nafkah sepulang sekolah.”Jadi ketika perekonomian orang tua mereka meningkat, kami harap anak-anak bisa lebih fokus untuk sekolah saja,” jelas Heru.

Menurut Heru, pendidikan merupakan hal yang dinilai sangat penting. Pendidikan, kata dia, adalah fondasi awal untuk mencapai keberhasilan di bidang lainnya.  Sebab itu, ke depan, di Desa ini juga akan dibuat taman pendidikan dan sejumlah tempat kursus, salah satunya kursus komputer. Tujuannya, agar anak-anak di Desa Rogomulyo lebih memiliki keterampilan yang dapat digunakan sebagai bekal di dunia kerja.

Heru menegaskan, pemanfaatan dana desa di Rogomulyo memang tidak sepenuhnya untuk pembngunan fisik saja. Dana Desa, jelasnya, juga dipergunakan untuk memberdayaan masyarakat agar dapat lebih mandiri dalam hal perekonomian.”Pembagunan sekitar 75 persen dan yang lain untuk pemberdayaan. Salah satunya dengan pelatihan-pelatihan seperti ini,” ujar Heru kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nantinya, kaitannya untuk meningkatkan perekonomian warga, dana desa juga akan digunakan untuk mengembangkan BUMDes Rogomulyo. Saat ini BUMDes ini sedang dirintis dengan sejumlah unit usaha seperti usaha simpan pinjam, pengelolaan sarana prasarana air bersih, dan sejumlah UMKM yan bergerak di pembuatan makanan berupa rengginang. (cr4/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here