Degradasi Lingkungan Tingkatkan Bencana Hidro Meteorologi

1.000 Relawan Gelorakan Semangat Menjaga Alam

106
JAGA ALAM : Bupati Zaenal Arifin menyerahkan bibit untuk ditanam dalam gerakan nasional sekolah gunung dan penanaman pohon di Desa Ngargoretno, Salaman kemarin. (IST0
JAGA ALAM : Bupati Zaenal Arifin menyerahkan bibit untuk ditanam dalam gerakan nasional sekolah gunung dan penanaman pohon di Desa Ngargoretno, Salaman kemarin. (IST0

Kabupaten Magelang merupakan wilayah yang dikelilingi gunung. Kondisi ini membuatnya menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana alam.

SERIBU relawan se-Kabupaten Magelang mengikuti apel dan aksi gerakan nasional sekolah gunung dan penanaman pohon di Desa Ngargoretno Kecamatan Salaman, kemarin. Melalui apel ini mereka menggelorakan semangat menjaga alam.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Magelang Zaenal Arifin dan Wakil Bupati Magelang HM Zaenal Arifin. Relawan yang hadir berasal dari berbagai organisasi induk relawan di Kabupaten Magelang.

“Secara umum kondisi geografis wilayah Kabupaten Magelang dikelilingi oleh gunung dengan kontur tanah miring atau berundak, sehingga hampir seluruh wilayahnya berada di dalam cekungan. Kondisi tersebut menjadikan wilayah Kabupaten Magelang tergolong daerah rawan bencana. Baik bencana yang murni disebabkan alam, maupun bencana yang diakibatkan ulah manusia,” kata Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Menurutnya, Kabupaten Magelang adalah daerah yang memiliki potensi bencana besar. Di antaranya letusan gunung berapi, banjir bandang, tanah longsor, angin puting beliung. “Hal ini perlu diinventarisasi dan dipetakan, untuk mengantisipasi terjadinya bencana yang tidak diharapkan, mempercepat penanganan korban bencana, dan meminimalisasi dampak yang mungkin ditimbulkan, baik korban jiwa manusia maupun harta dan benda,” kata dia.

Bupati juga menyinggung perubahan iklim global yang meningkat dengan kecenderungan naiknya bencana hidro meteorologi. Peningkatan juga disebabkan degradasi lingkungan serta besarnya pengaruh manusia (faktor anthropoginic). Dilihat dari sisi ekonomi, kerugian akibat bencana-bencana tersebut juga semakin meningkat.

“Untuk itu kami mengajak masyarakat dan para relawan khususnya untuk juga serius menyiapkan antisipasi bencana baik jangka pendek maupun jangka panjang,” paparnya.

Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edi Susanto mengatakan apel 1.000 relawan dan aksi penanaman pohon ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan personel relawan dalam menghadapi bencana. Sekaligus gerakan menanam pohon guna menyelamatkan kawasan ekologi gunung.

“Serta untuk menumbuhkan jiwa kegotongroyongan dan kepedulian terhadap ekologi gunung sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Kami mengharapkan kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan berkelanjutan, sehingga bermanfaat bagi masyarakat kawasan perbukitan menoreh pada khususnya dan Kabupaten Magelang pada umumnya,” kata dia. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here