Banyak Guru Tak Kompeten

112

SEMARANG – Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Sekolah/Madrasah Provinsi Jateng telah melakukan rapat pleno hasil akreditasi lembaga pendidikan mulai tingkat dasar sampai atas. Dari hasil akreditasi, secara umum masih ada dua kelemahan yang masih ditemui pada lembaga pendidikan di Jateng.

Ketua BAP Sekolah/Madrasah Provinsi Jateng, Subarjo menjelaskan, kelemahan yang cukup fatal adalah mengenai tenaga pendidikan. Masih banyak tenga pendidik yang belum bergelar sarjana, menjadi guru. Selain itu, mereka juga belum punya kompetensi atas mata pelajaran yang diampu. “Sebaiknya, tenaga pendidik sudah lulus sarjana. Itu saja kadang belum cukup. Juga harus kompeten dengan mata pelajaran yang diajarkan,” terangnya, Minggu (12/11).

Kelemahan menonjol kedua, lanjutnya, adalah pada sarana prasarana yang masih banyak belum sesuai standar, bahkan belum memenuhi kebutuhan minimal. “Kami merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Agama sesuai jenjangnya. Nanti mereka yang akan menindaklanjuti rekomendasi kami. Ini demi meningkatkan mutu pendidikan dan generasi penerus. Mudah-mudahan apa yang direkomendasi BAP bisa ditindaklanjuti Kemenag dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk lingkup pemerintah daerah, sesuai perintah UU 23 tahun 2014, SD sampai SMP kewenangan pengelolaan ada di pemerintah kabupaten dan kota. Sedangkan SMA adalah pemprov. Sementara Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) adalah Kementerian Agama sesuai jenjangnya.

Subarjo mengungkapkan, akreditasi melibatkan 3.357 orang yang disebar di semua jenjang pendidikan, mulai Sekolah Dasar SDMI/, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, dan SLB. Akreditasi ini dilakukan karena masa berlaku akreditasi sebelumnya telah habis.

Sedangkan sasaran akreditasi, adalah sejumlah 4.152 SD/MI, 1.356 SMP/MTs, 396 SMA/MA, dan 1.223 SMK. Totalnya, ada 7.127 sekolah yang telah disasar akreditasi tahun ini.

Hasilnya, untuk tingkat SD/MI yang mendapatkan akreditasi A sejumlah 1.460 sekolah, B sejumlah 2.614 sekolah, C sejumlah 75 sekolah, sementara yang tidak terakreditasi ada 3 sekolah.

Untuk tingkat SMP/MTs yang mendapatkan akreditasi A ada 591 sekolah, B sejumlah 610 sekolah, C sejumlah 154 sekolah, dan tidak terakreditasi ada 1 sekolah. Untuk tingkat SMA/MA yang mendapatkan akreditasi A ada 113 sekolah, B ada 202 sekolah, C ada 80 sekolah, tidak terakreditasi 1 sekolah. Sementara tingkat SMK yang mendapatkan akreditasi A sejumlah 518 sekolah, B sejumlah 538 sekolah, C sejumlah 165 sekolah, dan tidak terakreditasi ada dua sekolah.

“Masa berlaku akreditasi ini selama lima tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau sekolah yang hasil akreditasinya rendah, nanti bisa mengajukan kembali,” katanya. Sertifikat hasil akreditasi tersebut diperkirakan akan diserahkan ke tiap sekolah pada Desember 2017 mendatang.

Anggota Badan Akreditasi Nasional (BAN), Toni Toharudin, yang hadir dalam rapat pleno tersebut mengungkapkan, secara umum memang dari tahun ke tahun kelemahan yang ditemukan ada pada standar tenaga kependidikan dan sarana prasarana. “Ini tak lain tugas dari pengambil kebijakan untuk meningkatkannya,” katanya.

Dia pun meminta BAP Jateng untuk ikut memonitor rekomendasi yang dikeluarkan. Sebab, kata Toni, berdasarkan informasi dari masyarakat, policy dari pemerintah pusat maupun daerah cenderung tidak melihat hasil akreditasi secara detil tiap sekolah atau madrasah. “Semoga hasil akreditasi ini bisa jadi acuan pemprov untuk mengembangkan pendidikan di sekolah dan madrasah di Jateng,” harapnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here