5000 Warga Tanda Tangani Deklarasi Kebangsaan

Dari Jateng untuk Keutuhan NKRI

116
JAGA NKRI : Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, Sekda Jateng dan tokoh masyarakat saat deklarasi kebangsaan di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Minggu (12/11) kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAGA NKRI : Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, Sekda Jateng dan tokoh masyarakat saat deklarasi kebangsaan di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Minggu (12/11) kemarin. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PURWOREJO-Setidaknya 5000 masyarakat Jateng menandatangani deklarasi kebangsaan di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, Minggu (12/11) kemarin. Ini merupakan komitmen dan upaya konkret dari masyarakat Jateng untuk terus menjaga keutuhan dan kesatuan NKRI.

Mereka lantas membubuhkan tanda tangan bersama pada kain sepanjang 10 meter. Masyarakat tampak antusias dan menyatakan komitmen menjaga keutuhan NKRI. Semua itu dilakukan sebagai komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Jateng.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi, mengatakan, banyak persoalan yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia. Mulai dari aksi teror, radikalisme dan berbagai upaya untuk memecah-belah. Untuk itu, harus ada upaya kongkret mengantisipasinya dan Jateng mempelopori Deklarasi Kebangsaan. “Ini sebagai salah satu upaya dari Jateng untuk bias konsisten menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI,” katanya saat Deklarasi Kebangsaan di Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini menilai, forum strategis ini dapat menjadi alat mempertemukan berbagai pihak. Terutama dalam rangka menjalin persatuan dalam keberagaman demi menjaga keutuhan NKRI. Masyarakat harus ikut pro aktif dan bias berjalan bergandengan bersama. “NKRI harga mati. Maka, harus kita lawan apapun yang mengancam stabilitas bangsa Indonesia,” tambahnya.

Ia menambahkan, perbedaan merupakan anugerah yang harus disyukuri dan dijaga. Karena Indonesia merupakan negara yang terdiri atas ras suku, dan agama. Untuk itu, harus ada komitmen bersama untuk menjaga keutuhan NKRI. “Keberagaman itu anugerah, jadi harus terus dijaga dan bias untuk saling menghormati,” ujarnya.

Sejumlah tokoh Jateng ikut memeriahkan dan terlibat dalam kegiatan Temu Kebangsaan tersebut. Seperti Sekda Jateng, Sri Puryono; Bupati Purworejo, Agus Bastian; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Tengah (Jateng) bersama DPRD; jajaran SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah); Badan Usaha Milik Daerah (BUMD); dan tokoh masyarakat se-Jateng. “Ini sebagai upaya untuk menyatukan kembali tekad cinta tanah air. Deklarasi itu didasari pada kondisi bangsa yang akhir-akhir ini banyak terjadi tindakan radikalisme dan terorisme di beberapa daerah yang mengganggu kestabilan keamanan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dimeriahkan dengan acara sepeda santai. Animo masyarakat sangat besar baik yang dari Purworejo maupun daerah lain se-Jateng. Mereka mengayuh sepeda dari alun-alun Purworejo sampai Pantai Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo dengan rute sepanjang 25 Km. “Kami ingin mengajak masyarakat bias berkomitmen dan bersatu dalam mempertahankan NKRI. Jawa Tengah kerja bersama,” kata Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono.

Ia mengapresiasi animo masyarakat yang sangat besar untuk menjaga keutuhan NKRI. Harapannya nasioalisme masyarakat bias terus terjaga terutama kalangan anak muda. Karena mereka merupakan generasi pemimpin penerus masa depan. “Anak muda harus semakin cinta tanah air, jangan mudah terpengaruh budaya barat,” tambahnya. (fth/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here