3 Kantin Sekolah Diterjang Puting Beliung

128
ROBOH : Tiga kantin SMK NU 02 Rowosari rata dengan tanah setelah diterjang angin puting beliung. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ROBOH : Tiga kantin SMK NU 02 Rowosari rata dengan tanah setelah diterjang angin puting beliung. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Hujan deras disertai angin lebat, mengakibatkan tiga kantin di SMK NU 02 Rowosari Kendal roboh hingga rata dengan tanah. Tidak hanya itu, ruang praktik sekolah, tempat kendaraan bermotor dan beberapa ruang kelas, gentengnya terbang berhamburan.

Beruntung saat kejadian, kantin dalam keadaan kosong, siswanya sudah pulang sekolah. Yang ada hanya beberapa puluh siswa yang sedang mengikuti kegiatan ekstra wajib Pramuka. Tidak ada korban jiwa, namun akibat kejadian tersebut para siswa terpaksa jajan keluar sekolah untuk bisa mendapatkan makanan.

Namun, akibat bencana tersebut, dua siswa mengalami luka memar setelah tertimpa genteng yang terbang terbawa angin punting beliung. Siswa segera dilarikan ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Kepala SMK NU 02  Rowosari, Supaat mengatakan bahwa hujan deras disertai angin puting beliung langsung merobohkan kantin dan asbes ruang praktik beterbangan. “Angin puting beliung dari arah timur menimpa sekolah ini. Langsung terdengar suara gubrak yang keras sekali. Begitu reda, kami lihat tiga kantin roboh hingga rata dengan tanah,” kata Supaat.

Salah satu guru SMK NU 02 Rowosari, Rudiyanto mengatakan bahwa saat kejadian, kondisi sekolah sudah sepi. Kegiatan belajar mengajar sudah selesai dan seluruh siswa sudah pulang. Hanya siswa yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler Pramuka yang masih tertinggal. “Beruntung sudah pulang, jika tidak, entah apa yang terjadi. Sebab tempat parkir sepeda motor anak banyak kendaraan yang rusak,” akunya.

Begitu hujan lebat, lanjut Rudianto, para siswa yang mengikuti kegiatan Pramuka langsung diajak masuk ke dalam ruang kelas. “Karena kondisi hujan lebat, sudah tidak memungkinkan untuk kegiatan Pramuka di luar sekolah, maka kami alihkan ke dalam ruang kelas.,” tandasnya.

Kepala BPBD Kabupaten Kendal, Sigit Sulistiyo mengatakan bahwa berdasarkan data dari BMKG Jateng, curah hujan disertai angin akan melanda Pantura Jawa, terutama di daerah pegunungan, Pantura Barat bagian selatan, timur dan tengah. “Kami berharap warga waspada ketika hujan lebat. Jangan sampai berteduh di bawah pohon atau bangunan tua. Selama musim penghujan, bersihkan saluran air untuk menghindari banjir,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here