Warga Makin Kreatif Manjakan Wisatawan 

49
MENARIK : Salah satu pengunjung sedang menikmati wahana di atas awan dengan menggunakan properti tenda. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENARIK : Salah satu pengunjung sedang menikmati wahana di atas awan dengan menggunakan properti tenda. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

OBJEK Wisata Goa Kreo dan Waduk Jati Barang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati tak kalah mempesona. Warga di wilayah yang biasa disebut Desa Talun Kadang ini, memiliki kesadaran luar biasa untuk mempercantik potensi wisata di daerahnya. Bahkan mereka membuat beberapa wahana unik yang memanjakan wisatawan untuk berswafoto dengan konsep yang berbeda. Misalnya Spot Foto Atas Awan, Balon Udara, dan Rumah Salju.

Warga setempata berusaha memadukan antara keindahan Waduk Jati Barang dengan membuat wahana yang ada. Padahal spot foto tersebut persis di belakang pekarangan rumah milik salah satu warga sekitar dengan latar belakang pemandangan Waduk Jati Barang. “Ini digagas oleh Mas Tumadi. Beliau menggerakkan warga sekitar untuk membuat karangka bambu, kemudian dihias dengan dafron sehingga orang yang berfoto disini mirip berada di awan,” kata Murti Sari Dewi, pengelola spot Foto Atas Awan.

Murti menjelaskan, para remaja sekitar memanfaatkan media sosial untuk menjual wahana tersebut. Lokasi spot foto ini dibuka resmi untuk umum baru pada H+2 Lebaran, namun  kini sudah sangat terkenal berkat banyaknya pengunjung yang dating, kemudian mengupload gambar mereka di sosial media.

“Dulu gagasannya spot foto ini mau dibuat dengan alas kaca yang disangga baja sehingga bisa terlihat transparan. Pengunjung juga bisa mengabadikan momentum berdiri di atas kaca. Ternyata butuh biaya mahal, akhirnya diganti dengan bahan bambu,” bebernya.

Karena ramainya pengunjung, akhirnya remaja di RW 3 Kelurahan Kandri berinovasi lagi dengan menambah jumlah wahana baru, yakni balon udara dan rumah salju yang didesain seperti melayang di udara. Untuk rumah salju, mirip dengan suasana di Kutub Utara.

“Kami juga menyediaakan properti untuk foto, seperti tenda, bantal, boneka gitar dan masih banyak lagi. Setidaknya dalam sehari ada 60 nomor antrean, kalau libur bisa mencapai 150 nomor antrean,” ucapnya.

Ia bercerita, jika properti yang disediakan awalnya didapat dari bahan-bahan yang tidak terpakai, seperti boneka, payung dan topi. Seiring dengan banyaknya pengunjung yang datang, akhirnya pihak pengelola berhasil membeli properti tambahan seperti tenda, agar pengunjung tidak bosan. “Kami terus berinovasi, tujuannya agar pengunjung tidak bosan. Selain itu, agar selalu ada gambar dan tema baru yang bisa di-upload atau dipamerkan pengunjung yang datang,” jelasnya.

Dalam wahana tersebut, setidaknya dijaga oleh sekitar 7 orang yang mayoritas remaja sekitar. Tarif yang dikenakan Rp 5.000 per orang dengan durasi waktu tertentu. Tujuannya agar tidak terjadi antrean pengunjung yang terlalu panjang.  “Kami juga menjualnya lewat media sosial, biar dikenal khalayak luas dan banyak yang mampir saat berlibur atau mengunjungi Goa Kreo,” tutupnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here