Sudah Nikah, tapi masih perawan

46

Tanya dr Andi:

Saya sudah menikah 4 bulan yang lalu, tapi suami saya masih belum berhasil menembus selaput dara saya. Saya sangat ketakutan saat akan dimasukkan. Kata teman teman akan sakit banget. Saya kasihan dengan suami. Bagaimana dok sebaiknya. Mohon sarannya. Terimakasih dr Andi.

(Ny J di Jtg)

Jawab dr Andi:

Seringkali banyak anggapan, mitos dan cerita yang dibumbui tentang malam pertama yang akan menyakitkan bagi si wanita. Ini merupakan anggapan yang tidak seimbang. Tidak semuanya itu berisi hal yang menyakitkan, tapi sakit-sakit enak. Bila pikiran sudah terbawa rasa ketakutan, maka yang nikmat itu bisa terasa sakit.

Untuk bisa melakukan penetrasi yang tanpa/ sedikit nyeri, harus dilakukan pemanasan/ foreplay oleh keduanya. Hatinya harus tenang dulu. Dan dibarengi dengan rasa menikmati apa yang dilakukan pasangan terhadap diri kita. Waktunya pun jangan buru buru, tapi harus santai, jangan dikejar waktu.

Bila sudah merasakan adanya lendir pelicin, bersiap untuk melakukan penetrasi. Tapi buatlah seluruh badan relaks. Jangan kaku dan jangan menutupkan kedua kaki. Biasanya perempuan secara refleks akan menutupkan kedua kakinya, ini akan mempersulit prosesnya. Bila rileks, tidak akan terasa sakit.

Selaput dara atau hymen ada yang elastis, dan ada yang mudah robek, jadi malam pertama belum tentu keluar darah. Ini perlu diketahui suami juga. Agar tidak menjadi problem dan saling tuduh menuduh bahwa istri sudah tidak perawan lagi. Bisa saja selaput dara itu robek akibat jatuh, olahraga berat, dll.

Ada juga yang sudah menikah bertahun tahun tapi belum bisa melakukan penetrasi, karena sang suami tidak dapat ereksi dengan maksimal. Bila ada faktor risiko kegemukan, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, kencing manis, stres, kurang istrirahat, atau kecapekan, sebaiknya diatasi dulu hal-hal tersebut, bila masih kurang ereksinya maka perlu ada pemeriksaan lebih lanjut.

Seringkali problem seks sulit dibicarakan berdua, maka perlu ada pihak profesional yaitu dokter yang ikut membantu komunikasi dan mencari obat/ terapi yang sesuai. (www.dokterAndi.com)

Kepustakaan: Harish T, Krishna PM, Pratima M. Successful management of vaginismus: An eclectic approach. Indian J Psychiatry. 2011 Apr-Jun; 53(2): 154–55.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here