Olah Menu Nusantara dengan Konsep Western

64
MENGGUGAH SELERA : Tongseng Lamb Rack. (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang)
MENGGUGAH SELERA : Tongseng Lamb Rack. (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Bertepatan dengan tahun kedua berdirinya Nestcology sejak 2015 lalu, kafé ini menawarkan konsep baru dan sejumlah varian menu dengan tema Gastroversity. Kafé yang berada di daerah Candisari, Semarang ini menawarkan tiga tempat yang nyaman bagi remaja, dewasa, pekerja hingga penggemar kopi.

Pemilik resto sekaligus chefnya, Ernest Christoga menjelaskan, gastroversity merupakan gabungan dua kata gastronomy dan diversity yaitu kolaborasi antara kuliner dengan budaya yang beraneka ragam. “Konsep kuliner gastroversity ini karena budaya kuliner di dunia banyak sekali ragamnya. Setiap budaya kuliner yang tercipta masing-masing memiliki nilai dan prinsip-prinsip tertentu yang membuat kuliner itu begitu unik dan otentik,” ujarnya.

Menurutnya, gastroversity ini menjadi jembatan bagi Nestcology yang ingin memberikan pengalaman kuliner yang berbeda. Salah satunya dengan menerapkan bebagai teknik memasak dan mengolah kuliner yang ada dari berbagai budaya di dunia. Kemudian dipadu dengan cara penyajian khas dari Nestcology sendiri.

Nah konsep gastroversity ini ada pada menu baru dari Nestcology. Menu baru tersebut lebih memberi ruang untuk mengolah hidangan nusantara dan mengkreasikannya sebagai kekayaan baru bagi industri kuliner di Indonesia,” ujarnya putra dari desainer Anne Avantie ini.

Sedikitnya, ada 54 menu makanan dan 36 dessert baru yang dimodifikasi baik secara presentasi dan rasa. Ernest mengatakan, tujuan diluncurkannya gastroversity supaya memberikan pemahaman dan pengalaman kepada masyarakat tentang menu baru kuliner. Hal itulah yang membedakan Nestcology dengan tempat lainnya, lantaran resto miliknya lebih berani meng eksplore menu.

“Menu baru Nestcology lebih memberi ruang untuk mengolah hidangan nusantara dan mengkreasikannya sebagai kekayaan baru bagi industri kuliner di Indonesia. Seperti masakan Braised “Tengkleng” Short Ribs, tapi kita masak menggunakan teknik masal France,” ujarnya.

Dijelaskan, menu Indonesia tersebut diproses secara western sehingga memberikan presentasi yang lebih modern dan pengalaman yang berbeda. Tak hanya Tengkleng, ada juga masakan Indonesia lainnya seperti Tongseng Lamb Rack, dan Roaster Duck Red Curry.

Selain makanan, Nestcology juga menyediakan berbagai cocktail dan menu dessert seperti waffle hingga chocolate marquise. Sebelum meluncurkan konsep baru ini, dibutuhkan waktu selama tujuh bulan untuk menyiapkan puluhan menu barunya.

“Selain itu, masyarakat juga dapat mencicipi menu dan melihat langsung proses pembuatannya karena konsep open kitchen yang memungkinkan siapa saja dapat berinteraksi langsung dengan chef dan team Nestcology,” pungkasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here