Menggagas Meme sebagai Media Pembelajaran

165
Oleh: Nita Nur Anggraeni, S.Pd.

KETERAMPILAN-dalam berbahasa mencakup empat komponen, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Dari keempat keterampilan tersebut di antaranya adalah keterampilan menulis.

Menurut Tarigan (2008:4), menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang memiliki peranan sangat penting, karena digunakan untuk berkomunikasi, yaitu menuangkan segala gagasan atau ide, perasaan, pengalaman, dan pesan dalam bentuk tulisan. Sedangkan proses menulisnya merupakan satu kesatuan ujaran yang terkait oleh struktur bahasa dalam kesatuan yang logis. Kegiatan menulis juga merupakan penuangan ide atau gagasan yang produktif dan ekspresif.

Mengungkapkan gagasan dalam bentuk lisan mungkin lebih mudah dibandingkan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Kecuali bagi mereka, penulis yang handal mungkin tidak menjadi masalah. Namun untuk siswa, menuliskan gagasan dalam bentuk tulisan menjadi pelajaran yang sulit.

Permasalahannya siswa merasa sulit untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, karena masih rendahnya dalam hal keterampilan menulis. Dengan adanya kondisi seperti itu perlu adanya media yang dapat merangsang, menumbuhkan antusias, dan memudahkan siswa dalam hal keterampilan menulis.

Suatu pembelajaran dibutuhkan media pembelajaran yang inovatif dan kreatif dari sorang guru. Selain itu, media pembelajaran juga harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran agar saat menyampaikan materi ajar menarik antusias, kreatifitas, dan tidak membosankan siswa.

Melalui media pembelajaran guru dapat menuangkan ide, kreativitas dan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Media berfungsi untuk menarik siswa ke dalam pembelajaran serta memperoleh gambaran yang jelas tentang benda atau hal-hal yang diamati secara langsung. Selain itu, media digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perhatian, perasaan, dan kemauan siswa untuk belajar.

Lalu kenapa gunakan meme sebagai media pembelajaran dalam menulis gagasan? Perlu diketahui dulu, apa itu meme. Pada tahun 2013 Richard Dawkins, seorang penulis buku “The Selfish Gene”, (1976) mencirikan bahwa meme di Internet sebagai sebuah kreativitas manusia. Kata meme dicetuskan oleh Richard Dawkins tahun 1976 melalui bukunya tersebut.

Salah satu yang populer beberapa tahun belakangan ini di media sosial muncul gambar-gambar yang disertai tulisan. Dari melihat gambar dan membaca tulisan itu, kadang tersenyum bahkan menimbulkan tawa. Meme ialah sebutan untuk gambar-gambar yang diseratai tulisan tesebut. Gambar-gambar itu biasanya memperlihatkan ekspresi wajah yang aneh, konyol, dan lucu. Dan tulisan yang digunakan bertujuan untuk menyindir dan menyentil fenomena yang terjadi dan muncul di masyarakat dengan cara yang kocak.

Misalnya, dari fenomena ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tegas mengungkapkan, kapal/pihak asing tidak boleh menangkap ikan di perairan Indonesia. Kapal-kapal asing yang melewati batas dan mencuri ikan akan ditenggelamkan. Nah, bagi pengguna internet kreatif fenomena itu dijadikan sebagai meme. Kata “tenggelamkan”, kemudian menjadi ciri khas dari Susi Pudjiastuti.

Contoh meme yang muncul misalnya, gambar Menteri Susi dengan mimik wajah yang serius dan dengan jari telunjuk menunjuk ke depan, kemudian disertai tulisan “Itu yang saat ujian bawa contekan. Tenggelamkan!”, “Itu yang menyalakan sein kiri tapi belok ke kanan. Tenggelamkan!”, “Siswa kalau diberi tugas kok mengeluh. Tenggelamkan!”.

Untuk menemukan meme tidaklah sulit. Misalnya, dalam pencarian di Google diketik fenomena di tahun 2017 yang dijadikan meme. Maka akan muncul meme-meme berdasarkan kejadian apa saja yang muncul di tahun 2017. Contohnya: Meme seputar Pilkada DKI Jakarta, meme balasan untuk Malaysia atas insiden terbaliknya bendera Indonesia di Sea Games, dan lain-lain.

Meme yang dekat dengan kehidupan sekolah, juga banyak ditemukan di internet. Dalam pencarian Google ketikan “meme pendidikan” maka akan muncul meme-meme yang berhubungan dan membahas seputar dunia pendidikan.

Melihat anak usia sekolah saat ini, khususnya SMA hampir semua sudah menggunakan media sosial. Maka tidak asing lagi bagi siswa SMA dengan meme-meme yang muncul di media sosial. Dari meme yang muncul dengan topik bahasan yang bermacam-macam, untuk itu guru perlu mencari meme-meme yang relevan untuk digunakan sebagai media pembelajaran menulis gagasan.

Meme bukan sekadar media gambar tetapi dipertegas dengan tulisan, sehingga siswa lebih mudah menuliskan gagasannya. Dibandingkan menuliskan gagasan dengan menentukan topik terlebih dahulu, kemudian baru menuliskan gagasan dalam bentuk tulisan.

Jadi siswa tidak perlu bingung lagi dalam hal memikirkan topik yang akan dijadikan dalam menuliskan gagasan. Dengan adanya media ini, pembelajaran akan lebih bervariasi dan siswa akan lebih kreatif menuangkan dalam bentuk tulisan.

Penggunaan media meme pada praktiknya merupakan langkah pembelajaran yang dilakukan dengan memberikan meme-meme dalam bentuk cetak, karena pesan melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan, selain itu untuk mempermudah siswa mencermatinya.

Guru SMA Miftahul Huda Purwodadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here