Mendidik Siswa Zaman Now

113
Oleh : Nur Rakhmat
Oleh : Nur Rakhmat

“MURID sekarang berbeda dengan waktu sekolah saya dulu ya pak”, itulah kalimat yang diucapkan salah seorang Staf Kementerian Keuangan yang melaksanakan Gerakan Kemenkeu mengajar di sekolah kami, SDN Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang minggu lalu. Lebih lanjut staf tersebut mengatakan, kalau siswa SD pada zamannya, anaknya manut-manut dan cenderung lebih pendiam. Berbeda dengan yang apa yang ditemukannya saat mengajar siswa SD saat ini, mereka cenderung aktif dan atraktif.

Sebagai guru, kami kemudian memberikan gambaran dan penjelasan mengapa siswa zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang. Di antaranya adalah bahwa, siswa zaman sekarang lahir dan tumbuh di era digital, era yang serba cepat, serba instan dan lain sebagainya. Sedangkan siswa zaman dahulu, mereka cenderung tumbuh dalam lingkungan yang menerima kondisi dengan apa adanya dan selalu bekerja keras untuk mendapat sesuatu.

Maka dari itu, dengan lingkungan yang berbeda tersebut, pasti karakter dan sikap yang tumbuh dan berkembang pada diri siswa juga berbeda pula. Sehingga cara mengekspresikan diri, dan mengaktualisasikan diri siswa dahulu dengan siswa sekarangpun juga berbeda pula.

Fenomena Kids Zaman Now  

Para pakar bersepakat, bahwa adanya perubahan sikap dan karakter antara siswa zaman dahulu dengan siswa zaman sekarang salah satu penyebab utamanya adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju pesat. Oleh karena itu, adanya keakraban interaksi antara siswa dengan piranti teknologi saat ini, kita semua tidak bisa memungkiri bahwa siswa saat ini tergolong kids zaman now.

Ya, kids zaman now! Istilah itu akhir-akhir ini menjadi viral di dunia kekinian. Istilah unik yang memadukan dua bahasa ini menggambarkan contoh sikap dan perilaku kids zaman now juga.

Adanya perilaku yang tidak wajar dilakukan siswa atau perilaku yang seharusnya tidak dilakukan siswa, adalah contoh perilaku kids zaman now yang semakin jauh dari nilai – nilai kesopanan dan nilai luhur budaya bangsa. Selain itu, siswa yang berani dengan orang tua dan guru, dan suka melakukan hal iseng yang mereka sendiri tidak tahu untuk apa dan apa akibatnya adalah beberapa contoh perilaku negative anak zaman now yang dilakukan siswa di sekolah.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa siswa sampai ikut fenomena kids zaman now yang negative tersebut? Sigmun Freud mengatakan bahwa dalam diri manusia terdapat yang namanya insting kematian atau kecenderungan-kecenderungan yang bersifat destruktif atau merusak, baik ditujukan bagi orang lain ataupun bagi diri sendiri.(Sugiyarto, 2010: 47)

Oleh karena itu, guru sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap perkembangan siswa di sekolah, hendaknya bisa lebih menginstrospeksi diri ke arah lebih baik dan menjadi penyelam yang baik bagi siswa. Agar apa? Tentu agar segala polutan atau ancaman degradasi moral yang semakin besar menyerang siswa tersebut bisa teratasi dengan baik dan benar.

Selain itu, orang tua juga diharapkan bisa menginstrospeksi diri untuk semakin menjadi lebih baik, bisa mendidik anaknya dengan baik, serta menjalin komunikasi yang baik dengan anaknya di rumah. Salah satunya dengan cara mengefektifkan quality time antara anak dengan keluarga di rumah. Sehingga anak merasa lebih diperhatikan dan lebih bisa merasakan kenyamanan bersama dengan keluarga. Lalu bagaimana langkah efektif mendidik siswa zaman now yang serba kekinian tersebut?

Menjadi Guru Zaman Now

Untuk mendidik siswa zaman now, guru juga hendaknya menjadi guru zaman now. Namun, jangan salah, guru zaman now di sini bukanlah guru yang sukanya berdandan-dandan saja, mengikuti trend mode, ataupun guru yang hanya asal masuk kelas saja dan lain sebagainya.

Namun, guru zaman now di sini adalah guru yang mampu menginspirasi siswanya, guru yang mengenali siswanya tidak hanya nama, namun tahu karakter siswanya masing-masing, dan guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan yang bisa diajarkan ke siswa dan bisa digunakan di masyarakat, dan banyak contoh positif lainnya.

Lalu bagaiman menjadi guru zaman now yang baik? Pertama kenali potensi siswa. Hal ini sangatlah penting, karena dengan guru mengenali potensi siswa kesenjangan antara guru dengan siswa bisa diminimalisasi. Sehingga, guru dalam mendidik siswa zaman now, bisa lebih efektif dan lancar.

Kedua, guru harus selalu mengupdate ilmu pengetahuan. Artinya, guru harus selalu belajar untuk lebih baik lagi, guru harus belajar ilmu pengetahuan baru. Selain memberi teladan siswa untuk selalu belajar, guru yang mau belajar mengupdate ilmu pengetahuan, pasti bisa menginspirasi guru lainnya untuk menjadi lebih baik.

Yang ketiga, guru hendaknya memahami bahwa kecerdasan siswa tidaklah sama. Ada yang cerdas matematis, linguistic, logika, intrapersonal, naturalis dan lain sebagainya. Seperti yang disampaikan DR Howard Gardner, tokoh Multiple Intellegience, bahwa kecerdasan manusia itu adalah lingusitik, mathematic logic, visual spasial, musical, kinestetis, intrapersonal, interpersonal, dan naturalis. (Munif Chatib, 2013:56).

Sehingga dengan guru mengetahui beragamnya kecerdasan siswa, guru tentu bisa lebih efektif dalam mendidik siswa zaman now, tidak ada lagi berat sebelah dalam pembelajaran, siswa merasa terpenuhi kebutuhan akan kasih sayang seorang guru, karena guru tahu apa yang siswa mau.

Keempat adalah bisa berkomunikasi dengan siswa. Artinya, guru bisa berkomunikasi tidak hanya dengan komunikasi verbal, tetapi bisa dengan hati, isyarat, dll. Dengan demikian, jika komunikasi tersebut lancar, siswa pasti bisa menangkap makna atau intisari atau rangkuman diinginkan gurunya.

Yang terakhir untuk menjadi guru zaman now adalah mendidik siswa dengan hati nurani. Artinya, guru haruslah menjadi guru kalbu, guru yang berkarakter dan guru yang mau mendampingi anak-anak menjadi lebih baik lagi.

Akhirnya, perlu keteladanan dan contoh yang baik dari guru, masyarakat dan stakeholder lainnya untuk membentuk siswa zaman now menjadi siswa yang positif, berpikiran maju dan kreatif dan mampu diberi tanggung jawab untuk bisa berperan dalam pembangunan nasional.

Tidak hanya itu, dengan praktik yang baik tersebut, harapannya karakter kids zaman now bisa selalu mengarah ke hal positif dan bisa membudayakan progam penguatan pendidikan karakter di sekolah masing-masing. Tentu demi Indonesia yang lebih hebat dan lebih berkarakter. (*/ida)

*) Guru SDN Kalibanteng Kidul 01 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here