Lestarikan Budaya Asli Desa

58
KIRAB BUDAYA : Kepala Desa Jetis, perangkat desa dan sejumlah warga saat melakukan kirab budaya tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. (Dok. Desa Jetis)
KIRAB BUDAYA : Kepala Desa Jetis, perangkat desa dan sejumlah warga saat melakukan kirab budaya tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. (Dok. Desa Jetis)

KALIWUNGU –Desa Jetis Kecamatan Kaliwungu, akan pertahankan tradisi turun temurun yang ada di wilayahnya. Setiap tahun, tepatnya menjelang bulan Ramadhan, Desa Jetis selalu mengadakan kegiatan Sadran Agung yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh warga desa.

Selain itu, dalam waktu yang sama juga dilakukan kirab budaya. Dalam kirab budaya ini, biasanya ditampilkan gunungan hasil bumi serta potensi masing-masing dusun setempat.

Kades : Suwardi. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Kades : Suwardi. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

”Ada yang menampilkan hasil kerajinan, hasil tani maupun kegiatan di dusun tersebut, seperti misalnya kegiatan kelompok TPA dan kegiatan lainnya,” ujar skretaris desa Jetis Warsono sembari menambahkan bahwa di dalam acara tahunan ini sekaligus dilakukan kirab pusaka kyai Kiring, berupa cakra yang ada di Desa Jetis.

Tidak ketinggalan, dalam kirab budaya ini berbagai kesenian juga turut ditampilkan. Diantranya ada reog, rodad dan beberapa kesenian lainnya.

”Sekitar 3-5 menit kesenian ini tampil untuk dinilai. Setelah itu, mereka bisa menampilkan kesenian mereka dari awal sampai akhir. Kami rasa ini juga sebagai ajang untuk melestarikan seni budaya yang ada di Desa Jetis,” jelas Warsono mewakili Kades Suwardi.

Warsono mengatakan, pemerintah desa akan terus mengupayakan kelestarian budaya yang ada di desa ini. Pasalnya, budaya yang digelar dari tahun ke tahun ini dinilai sangat bagus dalam memupuk persatuan dan kesatuan warga, khususnya di Desa Jetis.

”Ada banyak manfaatnya pastinya. Selain bisa melestarikan kebudayaan dan kesenian, kita juga bisa menjalin silaturahmi dengan semua warga desa. Tentunya dengan harapan kita semua tetap bisa bersatu tetap rukun dan kompak untuk membangun desa ini secara bersama-sama,” kata Warsono.

Warsono berharap kebudayaan desa ini dapat terus dipertahankan, terlebih dapat dikembangkan mengingat kebudayaan merupakan ciri atau identitas dari suatu daerah. (cr4/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here