Jadi Pemimpin Berempati Tinggi

AKBP Yuwanto Ardi, Kasatlantas Polrestabes Semarang

54
TUGAS NEGARA : Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuwanto Ardi berpose di depan Pesawat Kepresidenan saat sedang bertugas. (DOK PRIBADI)
TUGAS NEGARA : Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuwanto Ardi berpose di depan Pesawat Kepresidenan saat sedang bertugas. (DOK PRIBADI)

Menjadi seorang pemimpin tidak hanya harus pintar. Namun seorang pimpinan juga harus diimbangi memiliki rasa empati yang tinggi terhadap bawahan. Sehingga pekerjaan akan berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang maksimal. Pemikiran itu diterapkan oleh Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polrestabes Semarang, AKBP Yuwanto Ardi.

“Empati itu mampu merasakan apa yang dirasakan orang lain. Menjadi seorang pemimpin harus diimbangi dengan empati yang tinggi juga. Artinya segala sesuatu kondisi keadaan apa yang kita pimpin kan merah putihnya tergantung kita,” katanya. Hal itu berarti keputusan di tangan seorang pemimpin. Maka untuk bisa memutuskan sesuatu yang berat, pemimpin harus benar-benar merasakan.

Sebagai seorang pimpinan di Satuan Lalulintas Polrestabes Semarang, Ardi juga mengaku sangat berempati kepada anggotanya yang menjalankan tugas di lapangan. Laki-laki kelahiran Solo, 23 Desember 1979 ini tidak segan-segan hadir di tengah kesibukan anggotanya yang bertugas di lapangan untuk memberikan semangat.

“Karena saya pernah juga jadi anak buah, jaga di jalan. Kalau pimpinan nggak kelihatan nggak nengok itu sepertinya cuma-cuma. Beda kalau seorang anggota berjaga, kita lewat, kita sapa, pasti akan memiliki rasa yang berbeda, pastinya rasa capeknya akan hilang. Saya juga menerapkan punishment dan reward kepada anggota saya,” tegasnya.

Ardi mengakui, ilmu tersebut didapatkan ketika kali pertama diterima menjadi anggota Polri dan mendapat tugas di Polresta Surakarta tahun 2002 setelah lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2001. Saat itu, Kapolresta dijabat oleh Komjen Pol Lutfi Lubihanto, Kabaintelkam Polri.

“Beliau kala itu masih berpangkat AKBP. Beliaulah yang pertama kali berpesan kepada saya bahwa seorang polisi harus memiliki rasa empati yang tinggi,” ujarnya.

Ardi menjelaskan, saat ini dia telah memiliki agenda utama dalam menjalankan amanah sebagai Kasatlantas Polrestabes Semarang. Yakni peningkatan kinerja, perubahan budaya, termasuk agenda bermitra dengan media. Menurutnya, peningkatan kerja ini diawali dari dalam internal Satlantas Polrestabes Semarang.

“Jadi jangan sampai kita sebagai pimpinan ingin kinerjanya masimal tapi ternyata sumber daya manusia (SDM) kita tidak mumpuni. Jadi saya pelan-pelan memposisikan orang orang yang posisinya tepat dan memastikan supaya pekerjaan bias terlaksana dengan maksimal,” jelasnya.

Terkait perubahan budaya, Ardi menyampaikan polisi harus bisa menjadi penolong, pelayan dan mengayomi masyrakat. Pihaknya berpesan kepada anggotanya supaya menjalankan tugasnya dengan baik dan maksimal.

“Jangan membawa masalah di rumah saat bertugas. Jadi sebagai seorang pelayan itu harus bisa memposisikan di bawah. Kalau bermitra dengan media, saya juga tertarik dengan jurnalistik, ini sesuai dengan perintah Bapak Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, saat ini supaya tugas pokok di masing-masing satuan wilayah supaya dekat dengan media,” imbuhnya.  (m. hariyanto/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here