Flank Dilawan dengan Flank

Persis Solo Antisipasi Kecepatan Sisi Sayap Kalten Putra

93
FOKUS: Para pemain Persis Solo saat berlatih di Stadion Muda Jaya Bekasi, kemarin. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)
FOKUS: Para pemain Persis Solo saat berlatih di Stadion Muda Jaya Bekasi, kemarin. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

BEKASI – Kekalahan menyakitkan di laga perdana babak 8 besar dari Martapura FC perlahan mulai dilupakan penggawa Persis Solo. Mereka kini fokus menatap dua laga sisa untuk menjaga asa lolos ke babak semifinal. Yakni kontra Kalteng Putra (13/11) dan PSMS Medan (16/11).

Skuad Persis kembali menjalani latihan rutin kemarin (11/11). Stadion Muda Jaya Bekasi yang jaraknya sekitar 3,3 kilometer (Km) dari tempat menginap pemain di The Green Hotel, Bekasi, jadi pilihan. Latihan pagi kemarin diisi dengan porsi ringan. Mulai dari peregangan otot, hingga evaluasi gol saat kalah dari Martapura FC. Sore harinya, Freddy Mulli mulai memantabkan taktik dan strategi untuk menghadapi Kalten Putra. Pelatih yang akrab disapa Opa itu ternyata sudah memperhatikan peta kekuatan tim lawan.

”Kondisi pemain tidak ada kendala sama sekali. Kita sudah beri motivasi dan berfikir ke depan. Mental pemain sudah kembali pulih,” tutur Opa kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Opa enggan mengulang kesalahan sama saat kalah dari Martapura FC. Anak asuhnya mendominasi pertandingan sepanjang laga, namun justru kebobolan lewat satu  kesempatan. Dia mengevaluasi sektor sayap kanan yang kerap diserang tim lawan. Posisi ini ditempati Akbar Riansyah dan Dedi Cahyono yang berada di depannya. Keterlambatan menutup ruang lawan pantang kembali terulang.

”Seperti halnya saat kebobolan dari Martapura FC, kita ingin antisipasi serangan dari sayap. Kalteng Putra juga bermain dengan kecepatan, perlu fight kewaspadaan jangan sampai lengah lagi,” jelas Opa.

Menurutnya, skuad asuhan Kas Hartadi itu punya karakter khususnya dari sayap. Perlu diwaspadai dan antisipasi agar jangan sampai bermain di flank (sayap,red). Karena kalau sudah main flank, Kalteng Putra akan langsung crossing.

”Ini seperti kejadian melawan Martapura FC, gaya bermain mereka saat melawan PSMS hampir sama,” imbuhnya.

Sebaliknya, Opa juga memantabkan finishing dari sektor flank. Bayu Nugroho dan Dedi Cahyono tetap jadi andalan untuk mengasak posisi itu untuk memberi umpan ke tengah.

”Dari awal tim ini punya karakter main 4-4-2 yang lebih banyak disayap. Ini yang perlu dimaksimalkan lagi,” tandasnya. (adi/nik/jpr/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here