Dua Pembunuh Gagal Dituntut

45

SEMARANG-Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang gagal menuntut Alfredo Maulana Hafidh alias Aldo selaku terdakwa I dan Revandi Kukuh Listiyoaji terdakwa II yang telah nekat membunuh Afrizal Hidayat. Alasan penundaan tersebut juga klasik berkas tuntutan belum siap, yang disampaikan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

“Tuntutannya ditunda karena jaksanya (Farida,red ) belum siap. Sidangnya ditunda pekan depan,” kata kuasa hukum terdakwa dari LBH Mawar Saron, Agan Sutanto, Jumat (10/11).

Agan juga mengaku, kliennya telah meminta maaf kepada keluarga korban. Dikatakannya, keluarga korban telah diberi tali asih.

“Kami berharap majelis hakim memberikan putusan seringan-ringannya,”ujarnya.

Kekerasan yang mengakibatkan kematian Afrizal ini dilakukan pada Aldo dan Revandi bersama para terdakwa lain dalam berkas terpisah, DID (13), DRE (13), AN (15), VBT (15), IWA (15), dan FZA (14) di Jalan Warigalit Raya, Kelurahan Krapyak, Kecamatan Semarang Barat, Rabu (7/6) jam 17.30.

Saat itu, korban beberapa kali dipukul menggunakan gitar kentrung, tangan kosong, gagang kursi dari kayu. Serangan bertubi-tubi selama 10 menit itu membuat korban lemas, bibir mengeluarkan darah, wajah memar, dan badan bengkak. Melihat korban lemas, para terdakwa menghentikan pukulannya.

Keesokan harinya, pada Kamis (9/6) jam 14.00 terdakwa Aldo diberitahu rekannya, bahwa korban kemungkinan mati karena sudah tidak bernafas. Berdasarkan hasil visum RSUP Dokter Kariadi Semarang, didapatkan tanda pendarahan dan mati lemas. Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Aldo mengaku memukul menggunakan kentrung tiga kali.

“Yang punya masalah sebenarnya Dhio (DID,red), saya memukul karena terbawa suasana. Saya ingin memberikan pelajaran karena korban suka nantang-nantang teman lain,” kata Aldo dihadapan majelis hakim yang dipimpin, Sigit Hariyanto.

Sedangkan, JPU Kejari Semarang, Farida dalam kasus tersebut menjerat kedua terdakwa telah melakukan pembunuhan sesuai pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,  penganiayaan sesuai pasal 351 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain itu keduanya didakwa melakukan kekerasan terhadap anak, sesuai pasal 76 C juncto pasal 80 ayat 3 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35/ 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here