33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Disesuaikan dengan Postur Pengendara

Modifikasi Yamaha Scorpio Berkonsep Flat Tracker

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Berawal dari bosan dengan bentuk standar Yamaha Scorpio tahun 2007, Artema Supriyatin mengubah motor kesayangannya dengan konsep yang berbeda. Pria yang akrab disapa Yatin ini memilih konsep modifikasi Flat Tracker dengan paduan warna hitam orange agar tampak garang dan berbeda.

Motor standar milik Yatin pun mengalami ubahan modifikasi dari jengkal ke jengkal alias hampir 100 persen dari bentuk awal. Sebelum dimodifikasi, agar motor tetap nyaman sengaja dilakukan pengukuran tinggi badan dengan tinggi kendaraan, jarak tangki dan jok, serta jarak setang untuk kemudi. “Bisa dibilang motor ini cocok hanya untuk saya, karena khusus dibuat menyesuaikan postur tubuh saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Yatin mengaku harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk mengubah motor sesuai konsep awalnya. Sekitar Rp 10 juta ia gelontorkan untuk menyulap wajah motor lamanya mulai dari body, engine, knalpot, tangki, roda dan velg hingga detail terkecil. “Pengennya modifikasi motor yang bisa digunakan di jalan kampung, aspal ataupun segala medan,” jelas anggota club 7 Brothers ini.

Untuk engine misalnya, ia meng upgrade dengan melakukan beberapa modifikasi dan pergantian part. Perubahan karburator menjadi hal yang wajib dilakukan. Sementara beberapa part mesin lainya diganti sehingga motor memiliki kapasitas mesin 250 cc. “Kapasitas mesin standarnya cukup besar, namun karena saya juga pencinta kecepatan dan butuh power yang besar maka mesin standar di upgrade,” bebernya.

Dari segi bodi, tangki misalnya Yatin menggunakan tangki custom yang ia pesan dari temannya. Emblem pun ia membuatnya berbeda dengan tulisan Alice In Wonderland. Sementara dari segi penerangan lampu depan, seins, hingga stop lamp pun  tak mau sama persis dengan motor pada umumnya. Ia pun meng custom sistem penerangan agar terlihat lebih garang. “Lampu bulat untuk menegaskan kesan jadul, dengan ornamen garis agar lebih beda dan prestisius. Rangka asli dipotong-potong dan hanya disisakan dudukan mesin untuk menyesuaikan dengan tangki dan jok,” bebernya.

Berpindah ke sisi kaki-kaki, ia menggunakan velg racing bawaan Yamaha Scorpio yang dicat ulang dengan warna hitam. Sistem pengereman menggunakan cakram depan  dan tromol untuk bagian belakang. Sementara untuk sistem peredam kejut depan masih mengandalkan bawaan pabrik pun dengan bagian belakang. “Ban diganti ban dengan pacul, tujuannnya agar bisa untuk on road dan off road. Karena motor ini juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” ucapnya.

Pada bagian knalpot, Yatin menggunakan knalpot free flow yang dimodifikasi dari knalpot CB Monster. Bagian kemudi atau stang, ia menggunakan stang asli. Selain itu ia juga menggunakan gas spontan agar tarikan motor lebih kencang.

Untuk memperkuat konsep awal, Yatin menggunakan jok kulit. Secara kesuluruhan, motor tersebut diguyur cat warna hitam yang berkesan liar namun tetap elegan dengan paduan warna orange sebagai pembeda dengan motor lainnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Santai Meski Divonis 30 Bulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mantan Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng, Teguh Hadi Siswanto tak terlihat sedih, meski majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang menjatuhkan vonis...

Hindari Konvoi, Kedepankan Silaturahmi Antar Anggota

Kesan komunitas mobil yang arogan coba ditanggalkan para pemilik mobil Honda BRV yang tergabung dalam Indonesia Braver Community (Invernity) Chapter Semarang. Mereka memilih tidak...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

KBIH Baiturrahman Gelar Manasik Haji

RADARSEMARANG.COM - KBIH Baiturrahman akan mengadakan manasik Hai 1439 mulai Ahad, 28 Januari 2018 atau 10 Jumadil Awal 1439 H, pukul 08.00 WIB sampai...

Himpaudi Tuntut Kesetaraan Status

KENDAL—Para Guru PAUD usia kelompok bermain (KB) dan  Taman Pendidikan Anak (TPA) yang tergabung dalam Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kendal menuntut...

Perlu Agresif Tekan Kemiskinan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman meminta pemerintah menggenjot upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. Hal itu perlu diupayakan Pemprov Jateng karena saat ini masih...