Disesuaikan dengan Postur Pengendara

Modifikasi Yamaha Scorpio Berkonsep Flat Tracker

60
TAMPIL BEDA : Artema Supriyatin bersama Yamaha Scorpio 2007 bergaya Flat Tracker kesayangannya. (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang)
TAMPIL BEDA : Artema Supriyatin bersama Yamaha Scorpio 2007 bergaya Flat Tracker kesayangannya. (Foto-foto : Nurchamim/jawa pos radar semarang)

Berawal dari bosan dengan bentuk standar Yamaha Scorpio tahun 2007, Artema Supriyatin mengubah motor kesayangannya dengan konsep yang berbeda. Pria yang akrab disapa Yatin ini memilih konsep modifikasi Flat Tracker dengan paduan warna hitam orange agar tampak garang dan berbeda.

Motor standar milik Yatin pun mengalami ubahan modifikasi dari jengkal ke jengkal alias hampir 100 persen dari bentuk awal. Sebelum dimodifikasi, agar motor tetap nyaman sengaja dilakukan pengukuran tinggi badan dengan tinggi kendaraan, jarak tangki dan jok, serta jarak setang untuk kemudi. “Bisa dibilang motor ini cocok hanya untuk saya, karena khusus dibuat menyesuaikan postur tubuh saya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Yatin mengaku harus mengeluarkan budget yang tidak sedikit untuk mengubah motor sesuai konsep awalnya. Sekitar Rp 10 juta ia gelontorkan untuk menyulap wajah motor lamanya mulai dari body, engine, knalpot, tangki, roda dan velg hingga detail terkecil. “Pengennya modifikasi motor yang bisa digunakan di jalan kampung, aspal ataupun segala medan,” jelas anggota club 7 Brothers ini.

Untuk engine misalnya, ia meng upgrade dengan melakukan beberapa modifikasi dan pergantian part. Perubahan karburator menjadi hal yang wajib dilakukan. Sementara beberapa part mesin lainya diganti sehingga motor memiliki kapasitas mesin 250 cc. “Kapasitas mesin standarnya cukup besar, namun karena saya juga pencinta kecepatan dan butuh power yang besar maka mesin standar di upgrade,” bebernya.

Dari segi bodi, tangki misalnya Yatin menggunakan tangki custom yang ia pesan dari temannya. Emblem pun ia membuatnya berbeda dengan tulisan Alice In Wonderland. Sementara dari segi penerangan lampu depan, seins, hingga stop lamp pun  tak mau sama persis dengan motor pada umumnya. Ia pun meng custom sistem penerangan agar terlihat lebih garang. “Lampu bulat untuk menegaskan kesan jadul, dengan ornamen garis agar lebih beda dan prestisius. Rangka asli dipotong-potong dan hanya disisakan dudukan mesin untuk menyesuaikan dengan tangki dan jok,” bebernya.

Berpindah ke sisi kaki-kaki, ia menggunakan velg racing bawaan Yamaha Scorpio yang dicat ulang dengan warna hitam. Sistem pengereman menggunakan cakram depan  dan tromol untuk bagian belakang. Sementara untuk sistem peredam kejut depan masih mengandalkan bawaan pabrik pun dengan bagian belakang. “Ban diganti ban dengan pacul, tujuannnya agar bisa untuk on road dan off road. Karena motor ini juga digunakan untuk kegiatan sehari-hari,” ucapnya.

Pada bagian knalpot, Yatin menggunakan knalpot free flow yang dimodifikasi dari knalpot CB Monster. Bagian kemudi atau stang, ia menggunakan stang asli. Selain itu ia juga menggunakan gas spontan agar tarikan motor lebih kencang.

Untuk memperkuat konsep awal, Yatin menggunakan jok kulit. Secara kesuluruhan, motor tersebut diguyur cat warna hitam yang berkesan liar namun tetap elegan dengan paduan warna orange sebagai pembeda dengan motor lainnya. (den/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here