Bantu Musala Terpencil, Bagikan 100 Alquran

Lebih Dekat dengan Komunitas Move Ina Chapter Semarang

160
BAHAGIA : Anggota Komunitas Move Indonesia Chapter Semarang saat berfoto bersama di sela kegiatan touring beberapa waktu lalu. (IST)
BAHAGIA : Anggota Komunitas Move Indonesia Chapter Semarang saat berfoto bersama di sela kegiatan touring beberapa waktu lalu. (IST)

Bermula dari hobi yang sama yaitu mengendarai vespa modern, terbentuklah Komunitas Move Indonesia Chapter Semarang. Seperti halnya komunitas motor lainnya, Move Ina Chapter Semarang memiliki agenda rutin berupa touring ke sejumlah daerah. Tidak hanya touring, komunitas ini juga rajin melakukan kegiatan sosial. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

TAK hanya kumpul dan touring, Komunitas Move Ina Chapter Semarang rajin melakukan kegiatan sosial. Beberapa kegiatan sosial yang sudah dilakukan komunitas ini di antaranya memberikan bantuan ke sejumlah panti asuhan, panti cacat ganda, dan beberapa tempat lainnya.

Kegiatan sosial ini, dikatakan oleh Joko Adi Purnomo salah satu anggota komunitas, rutin dilakukan setiap tahun. Yang akan datang, pada 18-19 November komunitas ini akan meluncur ke daerah Telaga Sarangan untuk membagikan 100 Alquran.

”Dalam kegiatan tersebut, kami akan memberikan sajadah, sarung dan mukena. Kami ingin membantu sarana dan prasarana musala di tempat-tempat terpencil,” ujar Joko mewakili Bang Udin ketua komunitas ini.

Kegiatan sosial yang rutin dilakukan, kata pria yang telah bergabung sejak tahun 2014 ini, memang ditujukan agar keberadaan perkumpulan para pecinta vespa modern ini bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

”Kami memang memiliki hobi yang sama, tetapi jangan cuma ngumpul untuk membicarakan hobi. Tapi harus bisa memberikan manfaat untuk sesama,” ujar pria ramah ini saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Selain touring dan bakti sosial, komunitas ini memiliki acara rutin berupa kopi darat dengan meeting point di Indomaret Pandanaran. Dalam pertemuan rutin ini, biasanya mereka membicarakan seluk beluk vespa modern. Baik dalam hal modifikasi maupun berbagi informasi mengenai aksesori yang dapat membuat tampilan vespa mereka semakin menarik dan membuat pengendaranya lebih percaya diri.

”Biasanya ngobrol-ngobrol saja tentang vespa, termasuk ngomongin rencana kegiatan sosial. Itu kami bicarakan dengan anggota ketika kopdar,” jelas pria berkacamata ini.

Tidak berbeda dengan komunitas lain, suka dan duka dirasakan pula oleh komunitas ini. Salah satu duka yang dirasakan adalah animo anggota yang selalu naik turun. Wajar saja, kebanyakan anggota komunitas ini adalah para mahasiswa yang berasal dari luar kota. Sehingga, jumlah anggota yang datang kopdar akan berkurang ketika banyak dari mereka yang sedang pulang kampung.

Namun, duka itu tidak sebanding dengan kesenangan yang mereka dapatkan. Kesenangan dengan bertambahnya saudara juga kesenangan karena bisa menjelajahi keindahan berbagai kota di Indonesia menggunakan motor kesayangan mereka. ”Kami senang bisa menyusuri kota-kota dengan vespa. Chapter Semarang yang sudah dikunjungi di antaranya Dieng, Malang dan yang terakhir menghadiri Jambore Nasional di Makassar,” ujar Joko.

Tahun 2018 nanti, giliran Semarang menjadi tuan rumah Jambore Nasional Move Indonesia. “Semoga nanti acaranya dapat berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun,” imbuhnya.

Hingga kini anggota komunitas sudah seratusan orang. Joko berharap anggota komunitas semakin bertambah sehingga semakin banyak kegiatan sosial yang dilakukan dengan jumlah semakin besar pula. ”Syarat untuk menjadi anggota, pastinya memiliki vespa modern. Kemudian syarat kedua datang ke kopdar dan mau jadi saudara kami,” pungkas Joko. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here