33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Angkat Potensi Lokal Lewat Objek Wisata

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

GETASAN – Desa Wates berencana membuat sebuah destinasi wisata di area Tugu Pahlawan. Rencananya, pada lahan di sekitar tugu akan dibangun sebuah taman yang juga dapat digunakan sebagai rest area.

”Di situ ada monumen sejarah, ada makam pahlawan juga. Di situ nanti akan kita bangun sebuah taman yang kami harap bisa menarik sejumlah pengunjung,” ujar Kuswolo Sekretaris Desa Wates mewakili Kades Darto.

Kades : Darto. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Kades : Darto. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

Pemilihan tempat di tugu ini bukan tanpa sebab, pemerintah desa ingin kembali mengingatkan para pengunjung, terutama warga sekitar pada peristiwa sejarah sehingga tidak begitu saja melupakan jasa-jasa para pahlawan.

”Itu akan kami jadikan ikon Desa Wates. Karena selama ini makam pahlawan itu hanya digunakan untuk upacara 17an saja oleh satu kecamatan,” jelasnya.

Pembangunan taman ini tidak lepas dari wacana BUMDes. Sehingga, pemerintah desa juga telah memikirkan pemasukan dari adanya taman yang akan direalisasikan di tahun 2018 ini.

Kuswolo menjelaskan, pemasukan untuk BUMDes dapat diperoleh dari adanya tiket masuk dan juga parkir para pengunjung. Selain itu, pemasukan BUMDes juga diupayakan lewat gardu pandang yang akan dibangun di lokasi tersebut.

”Karena pemandangannya juga bagus, tidak menutup kemungkinan akan kita bangun gardu pandang. Sehingga nanti akan ada pemasukan juga dari situ. Terlebih untuk foto-foto seperti yang sedang booming saat ini,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ saja, pemeritah desa juga akan membangun stan-stan yang dapat digunakan oleh warga untuk menjajakan makanan dan minuman. Menariknya, pemerintah desa akan melarang warga berjualan makanan pabrikan atau instan.

Mereka, lanjut Kuswolo, harus menjual makanan hasil olahan sendiri. Seperti menjual hasil UMKM atau produk unggulan masing-masing dusun di Desa Wates.

”Sekaligus memperkenalkan produk lokal, karena kalau tidak dimulai dari sini terus gimana. Nanti yang boleh dijual ya makanan olahan sendiri seperti geplak waluh, pisang goreng dan lainnya,” kata dia.

Termasuk minuman, warga juga akan diarahkan untuk menjual minuman olahan sendiri. Seperti menjual wedang jahe, mengingat Desa Wates berada pada daerah yang dingin. Selain itu, warga juga dapat minuman olahan lainnya, seperti beberapa macam jamu.

Tempat wisata yang akan dimasukkan di BUMDes ini diharapkan dapat memberi kesempatan warga untuk meningkatkan pendapatannya. Selain itu, pemerintah desa berharap tempat wisata ini dapat menyumbang kepada kecamatan berupa pilihan paket wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan.

”Semoga kecamatan lebih banyak memiliki paket wisata yang ditawarkan dengan adanya wisata di tiap-tiap desa. Sehingga kesejahteraan bisa tercapai untuk semuanya,” terangnya. (cr4/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Suka Belajar Sejarah

BANYAK hal menarik yang dapat diambil dari mengenal dan memahami rentetan sejarah. Hal ini juga yang menjadikan Ria M Rohmah tertarik untuk terjun sebagai...

Tanah dan Air dari Tempat Bersejarah Dipertemukan

MAGELANG – Prosesi pengambilan tanah dan air di Kota Magelang sebagai bahan terpenting dalam pembangunan Monumen Tanah Air Persatuan berlangsung begitu sakral. Pemerintah Kota...

Mabuk di Terminal, 14 Preman Diamankan

MAGELANG – Sebanyak 14 preman diamankan tim gabungan Satreskrim Polres Magelang Kota dan Satpol PP Kota Magelang, Rabu (21/6) malam lalu di Terminal Tidar...

Ditegur, Nekat Bunuh Rekan Kerja

SEMARANG – Pelaku pembunuh pekerja bangunan di Gunungpati berhasil diringkus oleh petugas Polrestabes Semarang di kediamannya, Grobogan, Kamis (2/11) pagi. Pelaku Muhammad Yuda 18,...

400 Penari Suguhkan 22 Tari

SEMARANG – Lebih dari 400 penari dari 10 sanggar tari di Jateng bakal unjuk gigi dalam helatan Gelar Tari Bersama di Museum Ranggawarsita Semarang,...

Wali Kota Hendi Bersihkan Masjid

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Gerakan Jumat Reresik Masjid (Jarik Masjid) perdana di bulan Ramadan tahun 2018 ini dilakukan Jumat (18/5) kemarin. Gerakan gotong royong bersih-bersih masjid setiap...