Angkat Potensi Lokal Lewat Objek Wisata

48
TUGU PAHLAWAN : Pengendara melewati makam pahlawan dan tugu pahlawan di Desa Wates. Nantinya, kawasan tersebut akan dibangun taman wisata yang akan dinaungi BUMDes Wates.
TUGU PAHLAWAN : Pengendara melewati makam pahlawan dan tugu pahlawan di Desa Wates. Nantinya, kawasan tersebut akan dibangun taman wisata yang akan dinaungi BUMDes Wates.

GETASAN – Desa Wates berencana membuat sebuah destinasi wisata di area Tugu Pahlawan. Rencananya, pada lahan di sekitar tugu akan dibangun sebuah taman yang juga dapat digunakan sebagai rest area.

”Di situ ada monumen sejarah, ada makam pahlawan juga. Di situ nanti akan kita bangun sebuah taman yang kami harap bisa menarik sejumlah pengunjung,” ujar Kuswolo Sekretaris Desa Wates mewakili Kades Darto.

Kades : Darto. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Kades : Darto. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

Pemilihan tempat di tugu ini bukan tanpa sebab, pemerintah desa ingin kembali mengingatkan para pengunjung, terutama warga sekitar pada peristiwa sejarah sehingga tidak begitu saja melupakan jasa-jasa para pahlawan.

”Itu akan kami jadikan ikon Desa Wates. Karena selama ini makam pahlawan itu hanya digunakan untuk upacara 17an saja oleh satu kecamatan,” jelasnya.

Pembangunan taman ini tidak lepas dari wacana BUMDes. Sehingga, pemerintah desa juga telah memikirkan pemasukan dari adanya taman yang akan direalisasikan di tahun 2018 ini.

Kuswolo menjelaskan, pemasukan untuk BUMDes dapat diperoleh dari adanya tiket masuk dan juga parkir para pengunjung. Selain itu, pemasukan BUMDes juga diupayakan lewat gardu pandang yang akan dibangun di lokasi tersebut.

”Karena pemandangannya juga bagus, tidak menutup kemungkinan akan kita bangun gardu pandang. Sehingga nanti akan ada pemasukan juga dari situ. Terlebih untuk foto-foto seperti yang sedang booming saat ini,” ujarnya.

Tidak berhenti di situ saja, pemeritah desa juga akan membangun stan-stan yang dapat digunakan oleh warga untuk menjajakan makanan dan minuman. Menariknya, pemerintah desa akan melarang warga berjualan makanan pabrikan atau instan.

Mereka, lanjut Kuswolo, harus menjual makanan hasil olahan sendiri. Seperti menjual hasil UMKM atau produk unggulan masing-masing dusun di Desa Wates.

”Sekaligus memperkenalkan produk lokal, karena kalau tidak dimulai dari sini terus gimana. Nanti yang boleh dijual ya makanan olahan sendiri seperti geplak waluh, pisang goreng dan lainnya,” kata dia.

Termasuk minuman, warga juga akan diarahkan untuk menjual minuman olahan sendiri. Seperti menjual wedang jahe, mengingat Desa Wates berada pada daerah yang dingin. Selain itu, warga juga dapat minuman olahan lainnya, seperti beberapa macam jamu.

Tempat wisata yang akan dimasukkan di BUMDes ini diharapkan dapat memberi kesempatan warga untuk meningkatkan pendapatannya. Selain itu, pemerintah desa berharap tempat wisata ini dapat menyumbang kepada kecamatan berupa pilihan paket wisata untuk ditawarkan kepada wisatawan.

”Semoga kecamatan lebih banyak memiliki paket wisata yang ditawarkan dengan adanya wisata di tiap-tiap desa. Sehingga kesejahteraan bisa tercapai untuk semuanya,” terangnya. (cr4/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here