Terpleset, Nelayan Hilang di Laut Karimun

181
TURUNKAN MUATAN : Nelayan di Batang saat menurunkan muatan di Tempat Pelelangan Ikan, bahaya terus mengancam nelayan, karena sudah 7 korban hilang di laut tahun 2017 ini. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
TURUNKAN MUATAN : Nelayan di Batang saat menurunkan muatan di Tempat Pelelangan Ikan, bahaya terus mengancam nelayan, karena sudah 7 korban hilang di laut tahun 2017 ini. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG –Musmari,51, nelayan asal Desa Denasri Wetan RT 1 RW 3 Kecamatan Batang Jawa Tengah, dilaporkan hilang tenggelam di Lintang 4 utara Laut Karimun Jawa. Korban sudah satu minggu lebih melaut pada Kapal Mesin ( KM ) 36 Gt Merdeka 6.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang Teguh Tarmujo membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mendapat laporan dari Rasigan selaku  Nahkoda KM Merdeka 6.

“Kami dapat laporan bahwa nelayan kami atas nama Musmari, pada hari Selasa malam 7 November 2017, dilaporkan terpleset dari atas kapal dan tenggelam sampai sekarang belum di temukan,” jelasnya, Jumat (10/11).

Dijelaskan Teguh, dari laporan yang diterima, pada saat kejadian KM Merdeka 6 yang dinahkodai oleh Rasigan setelah selesai menjaring ikan. Selepas maghrib korban dan rekan-rekan nya melakukan bersih – bersih kapal. Selesai bersih – bersih, korban berencana naik kebagian atas kapal. Namun nahas, saat bertumpu pada geladak kapal dirinya terpleset hingga jatuh ke laut.

“Korban diketahui memang terpeleset sebelum jatuh ke laut. Hal ini berdasarkan kesaksian teman korban,” Kata Teguh Tarmujo saat di temui di Pantai Sigandu.

Dimungkinkan korban terluka, sehingga pingsan dan terbawa arus laut bawah. Karena saat itu, arus laut sedikit tenang. Kondisi malam hari, juga membuat pencarian korban oleh rekan-rekan nya  cukup kesulitan.

“Nahkoda dan ABK kapal sudah berupaya mencari korban. Bahkan mereka memanggil 4 kapal lain di dekat lokasi untuk minta bantuan pencarian. Namun hingga dua hari tidak ditemukan,” ungkap Teguh.

Selanjutnya, mewakili pemilik kapal dan nahkoda, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban untuk mengabarkan bahwa keluarganya hilang di laut. Terkait ada rentang waktu kejadian sama pelaporan, hal tersebut memang sesuai aturan. Yang mana, bisa dibilang hilang jika minimal 2 hari pencarian memang tidak ketemu.

Selain itu, pihak HNSI juga sudah memberikan arahan kepada nahkoda dan anak buah kapal, agar terus melakukan pencarian minimal satu minggu setelah kejadian itu tuk memastikan jenazah korban. Baru bisa melakukan pelaporan resmi ke pihak berwajib.

“HNSI sudah memberikan himbauan agar pencarian korban untuk diefektifkan sampai satu minggu, setelah pencarian satu minggu baru nahkoda dan kapalnya mendarat untuk melaporkan secara resmi,” serunya. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here