Terpleset, Nelayan Hilang di Laut Karimun

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

BATANG –Musmari,51, nelayan asal Desa Denasri Wetan RT 1 RW 3 Kecamatan Batang Jawa Tengah, dilaporkan hilang tenggelam di Lintang 4 utara Laut Karimun Jawa. Korban sudah satu minggu lebih melaut pada Kapal Mesin ( KM ) 36 Gt Merdeka 6.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Batang Teguh Tarmujo membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mendapat laporan dari Rasigan selaku  Nahkoda KM Merdeka 6.

“Kami dapat laporan bahwa nelayan kami atas nama Musmari, pada hari Selasa malam 7 November 2017, dilaporkan terpleset dari atas kapal dan tenggelam sampai sekarang belum di temukan,” jelasnya, Jumat (10/11).

Dijelaskan Teguh, dari laporan yang diterima, pada saat kejadian KM Merdeka 6 yang dinahkodai oleh Rasigan setelah selesai menjaring ikan. Selepas maghrib korban dan rekan-rekan nya melakukan bersih – bersih kapal. Selesai bersih – bersih, korban berencana naik kebagian atas kapal. Namun nahas, saat bertumpu pada geladak kapal dirinya terpleset hingga jatuh ke laut.

“Korban diketahui memang terpeleset sebelum jatuh ke laut. Hal ini berdasarkan kesaksian teman korban,” Kata Teguh Tarmujo saat di temui di Pantai Sigandu.

Dimungkinkan korban terluka, sehingga pingsan dan terbawa arus laut bawah. Karena saat itu, arus laut sedikit tenang. Kondisi malam hari, juga membuat pencarian korban oleh rekan-rekan nya  cukup kesulitan.

“Nahkoda dan ABK kapal sudah berupaya mencari korban. Bahkan mereka memanggil 4 kapal lain di dekat lokasi untuk minta bantuan pencarian. Namun hingga dua hari tidak ditemukan,” ungkap Teguh.

Selanjutnya, mewakili pemilik kapal dan nahkoda, pihaknya sudah menghubungi keluarga korban untuk mengabarkan bahwa keluarganya hilang di laut. Terkait ada rentang waktu kejadian sama pelaporan, hal tersebut memang sesuai aturan. Yang mana, bisa dibilang hilang jika minimal 2 hari pencarian memang tidak ketemu.

Selain itu, pihak HNSI juga sudah memberikan arahan kepada nahkoda dan anak buah kapal, agar terus melakukan pencarian minimal satu minggu setelah kejadian itu tuk memastikan jenazah korban. Baru bisa melakukan pelaporan resmi ke pihak berwajib.

“HNSI sudah memberikan himbauan agar pencarian korban untuk diefektifkan sampai satu minggu, setelah pencarian satu minggu baru nahkoda dan kapalnya mendarat untuk melaporkan secara resmi,” serunya. (han/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -