Terpikat Profesi Guru

169
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI

SETIAP orangtua selalu menghendaki yang terbaik untuk anaknya. Termasuk dalam cara mendidik mereka. Tak heran, bila orangtua menerapkan peraturan dan kedisiplinan. Masa kecil seperti inilah yang dialami Dhani Susilowati, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas PGRI Semarang 2014.

“Ketika kecil, jujur saya kurang mendapat kebebasan untuk berbicara di keluarga. Sering tidak diperbolehkan ini dan itu. Harus disiplin belajar, pandai mengatur waktu bermain dan tidur siang,” kenang dara yang akrab disapa Dhani ini .

Gadis kelahiran Wonosobo, 5 Februari 1997 ini mengaku, sengaja dididik oleh kedua orangtuanya sebagai sosok yang diandalkan. Orangtuanya pun berharap ia bakal menjadi guru. Keinginan orangtuanya searah dengan cita-cita Dhani.

“Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi guru. Saya melihat guru adalah sosok yang sangat berjasa. Apalagi bagi orang kampung, guru itu amatlah dihormati, dan orangtua saya mendukung,”akunya

Ketika masuk UPGRIS, Dhani memilih menjadi guru Bahasa Indonesia. Ada sekelumit cerita yang melatarinya. Sejak SD, Dhani suka Bahasa Indonesia. Ditambah lagi, waktu SMA, Dhani dekat dengan guru Bahasa Indonesia, meski saat itu ia belum mengenal sastra.

“Saya pilih Bahasa Indonesia, karena saya suka menulis, bahkan beberapa kali saya menulis untuk Rohis di SMA. Hal inilah yang membuat saya kian dekat dengan buku bacaan dan kegiatan tulis-menulis,” jelasnya.

Saat mengenyam bangku kuliah, ia terus mendalami dunia kepenulisan. Ia bergabung dengan UKM KIAS yang berpusat pada kegiatan kepenulisan. Dhani banyak menimba ilmu dari cerpenis S. Prasetyo Utomo. Dari ketekunannya, Dhani mulai menuai hasilnya. Ia berhasil meraih Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Pekan Olahraga Seni Mahasiswa (Porsima), Juara 1 Menulis Cerpen Bulan Bahasa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) UPGRIS, dan cerpennya terhimpun dalam buku kumpulan cerpen Layung (2015) serta buku Kekasih Lautong dan Melati untuk Lin (2016). “Prestasi ini ingin saya tingkatkan, bahkan bisa menulis berlembar-lembar halaman, tapi kalau lagi malas saya memilih hanya membaca buku,” katanya. (den/aro)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here