Selektif Menerima Member, Hilangkan Kesan Mewah

Lebih Dekat dengan Komunitas BMW Car Club Indonesia (BMWCCI) Chapter Semarang

166
KOPI DARAT: Sejumlah anggota BMWCCI Chapter Semarang berfoto bersama saat kopi darat di Pantai Marina Semarang, belum lama ini. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOPI DARAT: Sejumlah anggota BMWCCI Chapter Semarang berfoto bersama saat kopi darat di Pantai Marina Semarang, belum lama ini. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menjaga kekompakan dalam sebuah organisasi bukanlah hal yang mudah. Hal inilah yang diterus dijaga oleh Komunitas BMW Car Club Indonesia (BMCCI) Chapter Semarang. Mereka lebih selektif dalam menerima member baru. Tujuannya tentu agar lebih menjaga kekompakan dan eksistensi komunitas itu sendiri.

ADENNYAR WYCAKSONO

BUKAN perkara mudah menjadi anggota BMWCCI Chapter Semarang. Ya, komunitas mobil mewah asal pabrikan Jerman ini sangat selektif dalam menerima member. Calon anggota yang ingin bergabung komunitas ini harus memiliki beberapa syarat. Misalnya, loyal dengan BMW, hingga wajib mengikuti touring ataupun kopi darat (kopdar).

“Untuk menerima member kami sangat selektif, tidak sembarangan. Syarat utama tentu maniak BMW. Kalau cuma punya, belum tentu loyal, bahkan setiap kali pertemuan untuk calon member kami berikan sistem poin. Setiap kopdar 1 poin, untuk touring 3 poin sampai terkumpul 10 poin. Tujuannya agar tidak ada member yang keluar masuk dan lebih loyal dengan klub,” kata Sindhu Poernomo, Pembina BMWCCI Chapter Semarang.

Menurut dia, cara tersebut cenderung ampuh. Dari awal mula terbentuk komunitas tersebut pada 14 Maret 2009 lalu yang hanya memiliki 15 anggota, kini BMWCCI Chapter Semarang telah memiliki hingga 90 member, dengan anggota aktif sekitar 60 orang.

Awal terbentuk BMWCCI sendiri, lanjut pria yang akrab disapa Sindhu ini, tidaklah mudah. Pihaknya harus mengajukan ke BMWCCI pusat, dan harus mendapatkan persetujuan dari BMW Internasional yang ada di Jerman.

“Dulu awalnya ada dua founder, yakni Mas Tori dan Ari Subeki. Mereka berdua kemudian mengumpulkan pecinta BMW di Semarang. Dari situ pengajuan dan akhirnya terbentuk. Standar aturan yang berlaku pun sama persis dengan BMW Internasional ataupun BMWCCI pusat,” jelasnya.

Selain di Semarang, lanjut dia, chapter dari BMWCCI sendiri sudah tersebar di 27 kota di Indonesia. Ada pula dua sub chapter atau yang disebut register, yakni sub chapter jenis E30 dan sub chapter BMW Klasik yang isinya mobil tua dan hampir punah. Khusus di Chapter Semarang, dari puluhan anggotanya ada yang memilki BMW tua dan langka yang diproduksi pada 1980 hingga mobil BMW terbaru yang harganya sangat mahal.

Chapter Semarang punya dua mobil unik, yakni E23 tipe M6 tahun 1980 yang jumlahnya hanya ada 527 mobil di dunia khusus tipe right hand drive dan Limited E 28 keluaran 1980an. Untuk mobil termahal dan terbaru adalah BMW F 10 keluaran 2016,” bebernya.

Meski tergolong dalam klasifikasi mobil mewah, lanjut dia, BMWCCI Chapter Semarang mencoba menghilangkan kesan tersebut. Menurut dia, menjadi anggota klub ini dilandasi kecintaan terhadap BMW. Di komunitas ini, antar-member akan sharing pengalaman menggunakan BMW, misalnya saja di bidang mesin, performa, dan membuat mobil tersebut nyaman digunakan.

“Anggota kami banyak yang pakai BMW di bawah Rp 100 juta, dengan tipe E 36 dan E 46. Member kami tidak semuanya pakai mobil BMW mewah kok, yang penting suka dengan BMW,” tegasnya.

Komunitas ini lebih memilih mewadahi anggotanya yang hobi balap dengan memasukkan ke dalam kejuaraan sport aktif sebagai wadah pecinta kecepatan. Misalnya saja, ke drag race dan slalom. Hal tersebut dilakukan agar komunitas BMWCCI Chapter Semarang tidak dianggap sebagai komunitas yang ugal-ugalan. Apalagi komunitas tersebut mayoritas didominasi member yang sudah bekerja atau lebih dewasa.

“Kami berikan wadah bagi yang hobi balap, selain itu kami juga menanamkan safety riding yang baik dan benar. Bahkan ada kiat yang diberikan agar mobil BMW yang terkenal boros bisa lebih irit dengan sharing cara berkendara yang benar,” ucapnya.

Untuk agenda rutin, selain kopi darat yang digelar di Jalan Pemuda Semarang setiap Jumat malam, BMWCCI Chapter Semarang juga rutin melakukan touring ke chapter lainnya, gathering family hingga bhakti sosial, yang digunakan untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama member. “Saat touring pun anggota kami bagi dalam beberapa kloter agar tidak menyebabkan kemacetan dan menghormati pengendara jaran lainnya,” bebernya.

Sindhu berharap, ke depan komunitas tersebut semakin besar dan diterima masyarakat. Terlebih lagi pada 2018 mendatang, BMWCCI Chapter Semarang ditunjuk untuk menyelenggarakan musyawarah nasional (munas) BIMMER Fest. “Rencananya kami akan menjual icon pariwisata di Kota Semarang, kami harap semua masyarakat mendukung. Pun dengan Pemerintah Kota Semarang,” harapnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here