Pendaftar Perangkat Desa Meningkat

247

KENDAL – Selama sepekan terakhir, permintaan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Kendal meningkat. Setiap hari bisa ratusan orang yang mengurus SKCK ke Polres Kendal. Sesuai keterangan, permohonan SKCK didominasi untuk keperluan persyaratan mendaftar seleksi menjadi perangkat Desa.

Banyaknya warga yang mengurus, membuat antrean penuh sesak. Petugas Kepolisian sampai harus menyiapkan kursi tunggu untuk masyarakat. Meski begitu, tak sedikit warga yang harus berdiri lantaran tak kebagian tempat duduk. Para warga harus menunggu sesuai nomor antrean di sekitaran unit pelayanan SKCK.

Salah satu warga, Yusuf Fahmi, 25, Warga Sambongsari, mengatakan, dirinya mengurus SKCK untuk mendaftar seleksi perangkat Desa. Dari proses pendaftaran hingga SKCK diterima, membutuhkan waktu tiga hari. “Saya mencari SKCK mau mendaftar menjadi perangkat desa di Desa Sambongsari,” katanya, kemarin (10/11).

Diakuinya memang harus mengantri cukup lama, namun baginya tidak masalah. Sebab antrean juga sesaui nomor urut kedatangan. Sehingga tidak sampai harus berdesak-desakan untuk mendapatkan pelayanan SKCK.

Kasat Intel Polres Kendal, AKP Suwarno, meningkatnya permintaan SKCK mulai terasa sejak awal November 2017. Menurut dia, setiap hari, anggotanya harus melayani antara 200-300 warga yang mengurus SKCK.

Kendala yang dihadapi, yakni perangkat komputer hanya satu, sehingga pemohon harus rela antre untuk bisa mendapatkan SKCK. “Karena sekarang menggunakan sistem online, sedangkan perangkat komputer hanya satu, sehingga waktunya cukup lama,” tuturnya.

Dia menerangkan, proses pembuatan SKCK memakan waktu tiga hari, karena prosesnya, pemohon harus datang ke unit identifikasi untuk proses sidik jari. Hasilnya baru di dapat keesokan harinya. Setelah dari proses sidik jari, selanjutnya dibawa ke unit Intel.

“Sebenarnya proses foto dan SKCK jadi hanya membutuhkan waktu lima menit. Namun, karena pemohon mencapai ratusan, sehingga prosesnya membutuhkan waktu 1 x 24 jam. Kami mohon maaf jika proses pembuatan SKCK mencapai tiga hari. Hingga kemarin tercatat sudah sekitar 2.400 pemohon yang mengajukan SKCK,” imbuhnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here