Pandam IV Diponegoro Ajak 500 Siswa Tulis Surat Kepada Pahlawan

168
PENCANANGAN KEPAHLAWANAN : Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman memperingati Hari Pahlawan sekaligus pencanangan Sekolah Terbuka Kepahlawanan Pangeran Diponegoro bersama 500 siswa-siswa dari 15 SMA negeri dan swasta di Kota Semarang, di halaman SMA N 3 Semarang, Jumat (10/11) kemarin. (IDA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCANANGAN KEPAHLAWANAN : Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman memperingati Hari Pahlawan sekaligus pencanangan Sekolah Terbuka Kepahlawanan Pangeran Diponegoro bersama 500 siswa-siswa dari 15 SMA negeri dan swasta di Kota Semarang, di halaman SMA N 3 Semarang, Jumat (10/11) kemarin. (IDA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Peringatan Hari Pahlawan kali ini berbeda dari sebelumnya. Penuh semangat, sekaligus haru dan berduka. Sekitar 500 siswa-siswa dari 15 SMA negeri dan swasta di Kota Semarang, memperingati Hari Pahlawan sekaligus pencanangan Sekolah Terbuka Kepahlawanan Pangeran Diponegoro yang diresmikan oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Tatang Sulaiman di halaman SMAN 3 Semarang, Jumat (10/11) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, seluruh siswa-siswi bareng-bareng menuliskan surat surat ucapan terima kasih kepada para pahlawan di atas kertas yang disediakan Kodam IV Diponegoro.

“Kami bebas menulis, namun cuma cuap-cuap di sosial media, belum banyak yang menginspirasi seperti Kartini. Kami punya tangan, namun belum banyak membuat perubahan, aku minta maaf Diponegoro,” begitulah cuplikan surat yang ditulis oleh Iffah Zulva, siswa kelas 10 SMAN 3 Semarang yang mendapatkan apresiasi dari Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Tatang Sulaiman.

Tak hanya Iffah, sebanyak 10 siswa membacakan suratnya satu per satu di hadapan peserta upacara hari pahlawan. Imanuelana dari kelas 10 SMAN 3 juga berterima kasih kepada guru tanpa tanda jasa. “Pahlawan tak hanya bertempur mengangkat senjata di medan perang. Tetapi pahlawan juga turun tangan berjuang memerangi kebodohan,” ujarnya.

Dari seluruh surat yang ditulis tersebut, akan dikirimkan via pos ke alamat yang diinginkan para siswa. Iffah mengaku akan mengirim surat tersebut ke rumah. Hal itu diamini oleh siswa-siswi yang lain.

Menurutnya, sekolah kepahlawanan ini penting untuk mengajak generasi muda agar terus tahu berterima aksih kepada para pahlawan. “Kami akan menggelorakan semangat pahlawan ini, ke media sosial. Agar generasi muda bisa lebih cinta tanah air dan bangsa,” tandas Iffah.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Asih Widiastuti yang mewakili Gubernur Ganjar Pranowo, menyatakan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Anak-anak bisa mendapatkan pengetahuan tentang nilai nilai nasionalisme dan cinta tanah air dan bangsa.

“Anak anak kita sebagai generasi penerus bangsa, harus dibekali dengan nilai etika dan moralitas yang baik seperti semangat juang para pahlawan, jujur dan patriotik. Seperti Pangeran Diponegoro. Mari kita isi kemerdekaan dengan pembangunan dan karya nyata,” tandasnya.

Sedangkan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen Tatang Sulaiman menyatakan bahwa sekolah terbuka ini dilaksananakan di seluruh Jateng. Saat ini dicanangkan di 5 tempat sekaligus, di Semarang, Bantul, Purwokerto, dan Surakarta. “Ini akan dilaksanakan terus. Yang diajarkan yang ringan-ringan saja, namun aplikatif. Anak-anak kami minta menulis surat ucapan terima kasih kepada para pahlawan, hasilnya sangat luar biasa,” tandasnya.

Pangdam berharap melalui sekolah terbuka tersebut, akan muncul pahlawan muda bangsa yang memiliki semangat patriotisme, memiliki semangat gotong royong, pantang menyerah, rela berkorban, penuh tanggung jawab, memiliki semangat juang yang tinggi dan cinta para pahlawan, cinta tanah air dan bangsa. (ida/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here