Otak Penjual Upal Ditangkap

180

SALATIGA – Jajaran Polsek Sidorejo Polres Salatiga berhasil membekuk Suprapto, 42, warga Desa Kaliombo Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Ia diduga menjadi otak pelaku penjualan uang palsu (upal) di Salatiga yang jumlahnya hingga ratusan juta rupiah.

Dari keterangan Suprapto, ia membeli upal dari seseorang bernama Agung di Jakarta. Selanjutnya, upal tersebut dijual lagi ke Heng Hermanto yang kini juga mendekam di sel tahanan Polres Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag humas AKP I Nyoman Suasma menuturkan, Suprapto alias Herman ditangkap di rumah orang tuanya di Desa Kesambi Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.

“Dari pengakuannya, ia telah menjual upal tersebut kepada Heng Hermanto selama dua bulan terakhir dengan ini tiga kali transaksi yaitu dua kali di SPBU di Kudus dan sekali di daerah Karangjati Kabupaten Semarang. Jumlah totalnya sekitar sekitar Rp 21 juta,” jelas Suasma, Jumat (10/11).

Otak pelaku ini ternyata bukan pemain baru. Dari catatan kepolisian, yang bersangkutan pernah mendekam selama lima tahun di penjara pada tahun 2007 dengan kasus yang sama. Hanya saja, saat ini barang bukti uang palsunya cukup besar yakni Rp 800 juta.

Sebelumnya, tiga pelaku pengedar uang palsu ditangkap jajaran Polsek Sidorejo Polres Salatiga. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan 27 lembar uang palsu pecahan nominal Rp 100 ribu. Pelaku tertangkap setelah menggunakan uang itu untuk membeli telepon genggam.

Tiga pelaku yang diamankan adalah Catur Ragil, 32, warga Dusun Kupang Kidul Kelurahan Kupang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang; Heng Hermanto, 45, warga dusun Tuksongo Desa Kalisari Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang dan Slamet Waluyo, 34, warga Kampung Kupang Kidul Kelurahan Panjang Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Kejadian bermula saat korban Tri Wahyu Nurcahyono hendak menjual ponsel merk Oppo A57 warna hitam melalui jejaring media sosial kepada ketiga pelaku, Selasa (3/10) silam. Dan usai menjual ponsel, saat berniat jajan, uang pecahan Rp 100.000 yang diberikan korban ditolak kasir karena uangnya tidak bersinar/tidak menyala saat dicek dengan sinar ulraviolet. Karena kaget, selanjutnya korban mengeluarkan 21 lembar uang yang didapatnya dari hasil penjualan ponsel dan ternyata semuanya uang palsu. Sadar telah menjadi korban penipuan, korban lantas melaporkan kejadian ini ke Polsek Sidorejo. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here