33 C
Semarang
Senin, 1 Juni 2020

Laporan Keterangan Palsu

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG– Korban penganiayaan Ishak Sugeng Santoso yang dipukul menggunakan sepatu oleh rekan bisnisnya dokter Lianawati mengaku kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang yang menuntut terdakwa selama empat bulan penjara.

Hal itu disampaikan Ishak melalui kuasa hukumnya John Richard Latuihamallo. Ia menilai tuntutan tersebut terlalu rendah, padahal terdakwa sudah ditahan selama penuntutan. Ia mengatakan, pemukulan tersebut dilakukan Lianawati berkali-kali langsung di kepala kliennya.

“Barang klien kami dirampas, akibat pemukulan itu matanya hampir buta. Seharusnya dituntut berat. Kami nilai tuntutannya terlalu rendah karena jaksa sudah pernah menahannya,” kata John Richard Latuihamallo menanggapi tuntutan itu, Jumat (10/10).

John juga menuding, terdakwa memberikan keterangan palsu, karena kliennya tidak pernah meminta uang Rp 500 juta, sebaliknya terdakwa yang sejak awal meminta damai kepada kliennya. Atas keterangan tersebut. Pihaknya juga mengancam akan mengajukan laporan balik atas keterangan tersebut.

“Kepala klien kami berkali-kali dipukul termasuk wajahnya, jadi perbuatan yang sangat tidak manusiawi dan tidak bermora. Apalagi pelaku adalah seorang dokter,” tandasnya.

Pihaknya berharap majelis hakim memutuskan kasus tersebut lebih dari tuntutan JPU. Ia berharap majelis hakim bisa melihat dan memberikan keadilan. “Kalau kemudian diputus ringan maka patut dipertanyakan atas kasus ini, sama halnya dengan tuntutan ini,” sebutnya.

Sebelumnya, korban Ishak mengakui ada penyertaan dana sebesar Rp 302 juta. Atas pemukulan itu, ia tidak bisa kerja seminggu dan barang-barang yang ada di tempat usahanya juga dibawa saudaranya terdakwa.

“Kami belum itung-itungan, tapi perkiraan barang yang di bawa Rp 250 juta. Ada satu alat kesehatan harganya juga Rp 60 juta,” ujarnya.

Perlu diketahui, JPU Kejari Semarang, Yossy Budi Santoso menilai terdakwa telah melakukan penganiayaan sebagaimana pasal 351 ayat 1 KUHP dan menuntut terdakwa selama 4 bulan. Dalam dakwaan JPU menjelaskan, perkara bermula saat terdakwa bersama-sama saksi Sutikno alias Bambang Swieke, dan Ishak pergi menuju ke toko alat kesehatan milik Ishak di Jalan MT Haryono Nomor 424 Semarang.

Selanjutnya, terdakwa dan saksi Ishak masuk ke dalam toko untuk membuka faktur jual beli. Lianawati menyuruh saksi Ishak untuk mencocokkan data jual beli barang.

Kemudian, terdakwa emosi karena Ishak baru membayar sebagian barang miliknya. Hingga akhirnya, terdakwa memukulkan sepatu merek Puma yang dipegangnya ke kepala Ishak. Saat diperiksa sebagai terdakwa, Lianawati mengaku sempat mengupayakan damai atas permasalahan ini. Namun, korban Ishak meminta uang Rp 500 juta yang memberatkan baginya. Hingga akhirnya, kasus berlanjut ke proses hukum sampai pengadilan. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Spesial Menu, Mie Bumbu Minang Kuah Susu

BAGI pecinta pedas, mie level bisa menjadi salah satu pilihan untuk memuaskan hasrat. Namun, bagi yang bosan dengan varian mie yang itu-itu saja, olahan...

Lebih Menarik Dibanding BKB

RADARSEMARANG.COM - MEGA proyek normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus dikebut. Sejak ground breaking 5 Jaunuari 2018 lalu, sudah mulai tampak progres yang...

Ajak Tahanan Salat Taubat dan Doa Bersama

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ada yang berbeda di ruang tahanan Mapolres Demak, kemarin. Wakapolres Kompol Ibnu Bagus Santoso mengajak para tahanan untuk salat taubat secara...

Siap Mendominasi Pasar Motor Sport 150cc

SEMARANG – PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) Area Jateng dan DIY secara resmi meluncurkan dua produk terbaru. Yakni Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150, Sabtu (4/3)...

114 Lulusan SMP IT PAPB Dilepas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebanyak 114 siswa kelas IX SMP Islam Terpadu PAPB Semarang dilepas. Pelepasan peserta didik angkatan XII bertema "Never Give Up and...

Growing up in Disruption Era

RADARSEMARANG.COM - Sadar atau tidak, disrupsi adalah sebuah fenomena era yang tidak bisa terelakkan oleh semua orang, khususnya bagi para pelaku bisnis. Era yang...