33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Kualitas Udara Semarang Diambang Batas

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

SEMARANG- Kualitas udara di jalan protokol Kota Semarang sudah diambang batas. Sehingga harus mendapatkan perhatian serius. Hal itu disampaikan, Pakar hukum Untag Semarang, Dr Edy Lisdiyono, dalam acara diskusi bulanan bertemakan Hukum Lingkungan Pada Rumah Sakit, yang diadakan di aula direksi RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (10/11).

Edy menyampaikan dari 3 stasiun penelitian yakni, Kalibanteng (20.610), Pemuda (17.175) di Setyabudi (15.343), maka jelas sekali kadar Co diatas ambang batas yang sudah ditentukan, yakni 15.000.

“Di Jateng ada 3 tempat stasiun pemantau kualitas udara mulai di Banyumanik, Pedurungan dan Desa Wates, tapi semua non aktif. Disadari atau tidak, polusi tersebut menggerogoti tubuh dan akhirnya menyebabkan penyakit bahkan kematian,” kata Edy Lisdiyono dalam paparan materinya tentang Perlindungan hukum atas lingkungan hidup yang baik dan sehat akibat polusi udara.

Sedangkan, Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera dalam paparannya menyampaikan, ada tiga cara membentuk moral habit formation atau pembentukan kebiasaan mengenail nilai-nilai baik dan buruk dalam pengelolaan limbah rumah sakit.

Ia mengutip dari kutipan pakar hukum pidana, Bernard L Tanya. Ia menyebutkan, hal utama adalah melalui keteladanan. Menurutnya keteladanan tidak hanya menyangkut contoh tentang sesuatu yang dijunjung dan dihargai, tetapi menyangkut seseorang yang patut dihormati, disegani dan patut dicontoh.

Selain itu, lanjut Yosep, melalui mekanisme reward dan punishment. Dengan adanya penghargaan berupa kenaikan jabatan atau kenaikan gaji, pastinya semua pegawai dan karyawan akan menjaga lingkungan dari pencemaran.

“Jadi bobot sanksi dan imbalan harus seimbang dan ekuivalen dengan besarnya kejahatan dan kebaikan yang dilakukan,” kata Yosep dalam paparan materinya tentang Rumah sakit pertanggungjawaban pidana pencemaran lingkungan.

Terakhir, kata Yosep, melalui pembentukan moral habit atau keberanian moral pimpinan atau instansi untuk bertanggungjawab atas perilaku anggota dan bawahannya. Dalam penjabaran ketiga ia mengutip prinsip etis Aristoteles tentang ‘Epikeia’. Ia menyampaikan Epikeia dituntut manakala keutamaan yang ada dalam hukum menjadi taruhannya.

“Jadi sebagai pimpinan haruslah bersikap seolah-olah anda sebagai orang yang dilayani, maka pelayanan akan sempurna. Secara detail tentang perlindungan dan pengendalian lingkungan hidup ada pada konsideran Undang-Undang No 32 tahun 2009,” jelasnya. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Awung Wuryanto Gantikan Hartanti Pimpin CEO

SEMARANG - Awung Wuryanto resmi mengantikan Ignatia Sulistya Hartanti sebagai pimpinan baru komunitas Chevrolet Estate Optra (CEO) Regional Jawa Tengah. Awung terpilih dalam Musyawarah...

BPJS Luncurkan Perisai

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan ribu pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di Kabupaten Semarang belum terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Suryadi...

Tahar Mulai Bergabung

SEMARANG – Kebutuhan bek sayap tim PSIS Semarang perlahan mulai terpenuhi. Sore kemarin bek sayap yang telah mencapai kesepakatan, Safrudin Tahar mulai bergabung bersama...

Jangan Pernah Melupakan Sejarah Bangsa

SEMARANG-Sejarah bangsa Indonesia tidak boleh dilupakan. Karena itu, situs-situs sejarah harus dijaga dan dilestarikan, agar sejarah bangsa tidak dianggap dongeng oleh generasi mendatang. Hal tersebut...

Pemkab Bagikan 14 Ton Bawang Merah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemkab Demak kemarin memborong sebanyak 14 ton bawang merah milik petani di DesaTempel, Kecamatan Wedung  dan Desa Pasir, Kecamatan Mijen. Bawang tersebut...

Hari Pencoblosan Ditambah 3.700 Linmas

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Polres Wonosobo mengerahkan 600 personel sebagai persiapan pengamanan menjelang pemilihan gubernur (Pilgub) Juni mendatang. Khusus pada hari pencoblosan, akan dikerahkan 3.700...