Konten Medsos Bisa Pecah Belah Bangsa

155
KENANG PAHLAWAN: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat tabur bunga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENANG PAHLAWAN: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat tabur bunga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Generasi milineal harus waspada adanya intervensi untuk memecah belah bangsa, serta pengaruh budaya asing melalui konten teknologi informasi dan media sosial (medsos). Sebab, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap integritas dan rasa nasionalisme.

“Karenanya generasi mendatang harus tetap menghargai budaya bangsa sendiri,” ujar Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat menjadi inspektur acara tabur bunga dalam rangka Hari Pahlawan di Dermaga Nusantara Pelabuhan Tanjung Emas.

Dengan menaiki KRI Rigel 933, Condro bersama General Manager Pelindo III Cabang Semarang Ardhy Wahyu Basuki menggelar rangkaian upacara di tengah lautan lepas. Mereka mengheningkan cipta sejenak, kemudian disusul melarung bunga sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan.

Peringatan Hari Pahlawan jadi rutinitas tahunan untuk mengenang perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raganya demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tabur bunga, kata Condro, juga demi mengenang pertempuran 10 November. Ia pun berpesan kepada segenap komponen bangsa Indonesia agar dapat mengutamakan kepentingan bangsa dan negara ketimbang kepentingan pribadi maupun golongan. “Teruslah memelihara persatuan dan kesatuan untuk keutuhan NKRI yang telah dengan susah payah didirikan oleh para pendiri negeri ini,” tuturnya.

General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Emas, Ardhy Wahyu Basuki, menyebut, jika kegiatan kemarin tak hanya untuk menyemarakkan Hari Pahlawan saja. Tetapi meneladani semangat dan nilai-nilai kepahlawanan untuk ditumbuhkembangkan. Apalagi saat ini kondisi bangsa Indonesia sangat memprihatinkan.

Dikatakan, belakangan ini banyak masyarakat saling menghujat, saling fitnah, saling melakukan tindakan kekerasan, bahkan melakukan aksi teror yang mengancam keamanan. “Sebagai penerus bangsa, kita harus bisa menggali nilai-nilai semangat kepahlawanan dengan meneladani dan meneruskan perjuangannya melalui ide-ide kreatif untuk kemajuan bangsa Indonesia ini  menjadi lebih baik,” katanya dalam kegiatan yang juga dihadiri Kepala Basarnas Jateng Noer Isrodin Muchlisin ini. (hid/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here