Komplotan Pembobol ATM Diringkus

100

MUNTILAN—Dua warga Sumatera Barat belum lama ini ditangkap di rumah kontrakannya di wilayah Kecamatan Ngemplak, Sleman. Keduanya merupakan anggota komplotan penipuan, bermodus mengganjal mesin ATM. Tersangka diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Depok Barat. Pelaku berinisial AR dan RA.

Kapolsek Depok Barat Kompol Sukirin Hariyanto menjelaskan, pelaku beraksi pada 19 Oktober 2017 pukul 06.00 di sebuah swalayan di Kecamatan Depok. Korbannya, Sri Suwarni, 57, warga Kledokan Depok. Sri tengah menarik uang tunai di bilik ATM BNI di swalayan tersebut.

Selesai menarik uang Rp 1,8 juta, kartu ATM miliknya tidak keluar dari mesin ATM. Korban lantas menghubungi nomor yang tertera di atas kertas di mesin ATM dan tersambung. Korban tidak sadar bahwa nomor yang dihubungi merupakan nomor pelaku penipuan.

Sesampainya di rumah, korban mendapatkan SMS banking bahwa dirinya telah mentransfer uang senilai total Rp 62 juta dari kartu ATM-nya. Tidak merasa mengirimkan uang, korban melapor ke Mapolsek Depok Barat. Atas laporan tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Depok melakukan penyelidikan. Pelaku mudah diringkus setelah polisi mengantongi ciri-ciri keduanya, berdasarkan rekaman CCTV.

Kanit Reskrim Depok Barat, Iptu Irwan menambahkan, hasil interogasi keduanya, masih ada dua pelaku yang terlibat. “Dua anggota komplotan lainnya berhasil meloloskan diri. Saat ini kami sedang kejar.” Komplotan ini sudah melakukan aksinya di beberapa wilayah lain di DIY. Uang hasil tindak penipuan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan berfoya-foya.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 unit handphone I-Phone 6 warna silver, sepasang sepatu vans hitam putih, baju merek Bomp Boogie warna biru, 1 buah baju merek United Hard warna biru, dan 1 buah baju merek 90 warna putih. Barang bukti lainnya, 1 obeng oranye, 1 double tip, 2 buah gergaji orange, 3 botol minuman mineral, 1 buah vans biru putih, 1 buah I-phone 6 warna grey , 1 unit kamera nikon warna merah, 4 buah stiker BNI 02140600046, 1 baju merek Heuvel Tribe, 1 baju merek Spiderblit dan 1 ATM BNI silver.

Komplotan ini telah memasang stiker bertuliskan nomor call centre bank yang bisa dihubungi, ketika terjadi permasalahan terhadap kartu ATM. Yang pasti, nomor tersebut merupakan nomor palsu dan akan terhubung ke nomor pelaku. Selanjutnya, pelaku yang berpura-pura sebagai pusat layanan nasabah, menggiring korban untuk memberikan nomor PIN ATM-nya.

Pelaku mengganjal lubang mesin ATM dengan potongan botol air mineral kemasan, sehingga ATM korban tertelan. Setelah mendapatkan nomor PIN dari korban, anggota komplotan yang lain lantas beraksi di mesin ATM tersebut, dengan mentransfer seluruh uang ke nomor rekening milik pelaku. (jpg/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here