Komisi A Soroti Lapangan Kerja

133

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang diminta membuat terobosan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat. Perubahan budaya ekonomi masyarakat, tuntutan upah tinggi, dan meningkatnya inflasi dikhawatirkan akan meningkatkan jumlah pengangguran.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi A DPRD Kota Semarang, Johan Rifai, menyikapi perubahan yang terjadi di masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Semarang. Menurut Johan, inflasi yang meningkat hingga 3,62 persen tentu akan berdampak terhadap perekonomian Kota Semarang.

“Ditambah dengan tuntutan peningkatan Upah Minimum Kabupaten/Kota  (UMK) Kota Semarang di tahun 2018 nanti, tentu akan ada dampaknya pada ekonomi Kota Semarang,” kata Johan Rifai saat ditemui di ruang kerjanya.

Perubahan budaya ekonomi masyarakat dari offline menuju online, lanjutnya, sedikit banyak juga pasti mempengaruhi kondisi perdagangan. Transaksi perdagangan akan berjalan lebih efisien khususnya dalam penggunaan tenaga kerja. Artinya, kesempatan kerja bagi masyarakat semakin berkurang.

Pihaknya mengkhawatirkan, kondisi tersebut akan berdampak pada serapan tenaga kerja. Padahal sesuai RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), pengangguran Kota Semarang ditargetkan berkurang 0,5 persen pertahun. Target ini pun menjadi disangsikan akan bisa tercapai.

“Karena itu, Pemerintah Kota Semarang harus melakukan terobosan bagaimana memperluas kesempatan kerja. Program-programnya apa saja, sebagai antisipasi adanya perubahan kondisi ekonomi ini,” tegasnya. (amu/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here