Gaji 3 Bulan Tak Dibayar, Pekerja Demo Kontraktor

130
TUNTUT GAJI: Para pekerja CV Interior Semarang saat demo menuntut pembayaran gaji, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNTUT GAJI: Para pekerja CV Interior Semarang saat demo menuntut pembayaran gaji, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan pekerja CV Interior Semarang menggelar aksi demo di depan kantor perusahaan tersebut di Plaza Candi Jalan Sultan Agung, Semarang, Jumat (10/11). Mereka menuntut perusahaan membayar gaji selama 3 bulan yang belum diterima para pekerja.

Perusahaan interior tersebut merupakan kontraktor yang mengerjakan interior di tempat karaoke Venus yang kini sedang dibangun di lantai 2 Plaza Candi. Dalam aksinya, mereka yang berasal dari berbagai wilayah tersebut membawa poster bertuliskan permintaan tuntutan segera dipenuhi.

“Pak Winoto bilang karena belum dibayar sama yang kasih proyek,” ungkap Deny Listyiono, pekerja asal Salatiga.

Winoto merupakan pemilik CV Interior Semarang.  Deny menceritakan, dirinya sudah pernah menagih upah, namun dia (Winoto Sugondo) mengatakan hak mereka tidak bisa dipenuhi karena perusahaan tersebut mengaku tidak memiliki uang untuk membayar.

Deny menjelaskan, para pekerja tidak menerima haknya berupa upah sejak September 2017. Besaran upah pekerja, rata-rata Rp 150 ribu per hari termasuk uang lembur. Para pekerja tetap berharap perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya. Sebab, sebagian besar pekerja telah berkeluarga dan harus memberi nafkah. “Kami akan terus menuntut hak kami, bahkan kalau tidak segera dipenuhi akan tidur di depan kantor sampai dibayar,” ancamnya.

Selain pekerja, demo tersebut juga diikuti supplier bahan baku proyek interior dari UD Mitra Usaha Semarang. Menurut salah satu pekerjanya, Agus Suhadi, 48, pihaknya memiliki tagihan sekitar Rp 150 juta ke CV Interior Semarang.

“Selama ini upaya persuasif dan kekeluargaan saya lakukan agar uang pembayaran bisa cair, karena saya juga harus tanggungjawab ke perusahaan saya,” tuturnya.

Pemilik CV Interior Semarang Winoto Sugondo, ketika ditemui menyatakan pihaknya tidak akan lari dari tanggungjwab untuk memenuhi hak pekerja maupun pembayaran kepada pemasok bahan baku.

“Tagihan kami sekitar Rp 3 miliar sulit ditagih dengan alasan yang tidak jelas, sehingga gaji pekerja senilai sekitar Rp 400 juta juga tidak bisa kami bayarkan,” kilahnya.

Menuruntnya, proyek interior karaoke yang berlangsung sejak Mei 2017 tersebut seharusnya selesai pada akhir Oktober 2017, termasuk masa perawatan selama tiga bulan setelahnya.

“Namun berdasarkan hasil audit kami, ketika pekerjaan baru sekitar 95 persen, tiba-tiba kontrak kami diputus dan tidak boleh melanjutkan pekerjaan,” terangnya.

Pihaknya, juga telah berusaha melakukan mediasi sejak tenggat pembayaran, yakni 8 Oktober 2017, namun tidak mendapat tanggapan.

Sementara pihak Venus Karaoke belum dapat memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan. “Kalau memang kami dinilai wanprestasi, kami siap didenda, tetapi mestinya pembayaran tetap dilakukan,” ujarnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here