33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Gaji 3 Bulan Tak Dibayar, Pekerja Demo Kontraktor

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

SEMARANG – Puluhan pekerja CV Interior Semarang menggelar aksi demo di depan kantor perusahaan tersebut di Plaza Candi Jalan Sultan Agung, Semarang, Jumat (10/11). Mereka menuntut perusahaan membayar gaji selama 3 bulan yang belum diterima para pekerja.

Perusahaan interior tersebut merupakan kontraktor yang mengerjakan interior di tempat karaoke Venus yang kini sedang dibangun di lantai 2 Plaza Candi. Dalam aksinya, mereka yang berasal dari berbagai wilayah tersebut membawa poster bertuliskan permintaan tuntutan segera dipenuhi.

“Pak Winoto bilang karena belum dibayar sama yang kasih proyek,” ungkap Deny Listyiono, pekerja asal Salatiga.

Winoto merupakan pemilik CV Interior Semarang.  Deny menceritakan, dirinya sudah pernah menagih upah, namun dia (Winoto Sugondo) mengatakan hak mereka tidak bisa dipenuhi karena perusahaan tersebut mengaku tidak memiliki uang untuk membayar.

Deny menjelaskan, para pekerja tidak menerima haknya berupa upah sejak September 2017. Besaran upah pekerja, rata-rata Rp 150 ribu per hari termasuk uang lembur. Para pekerja tetap berharap perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya. Sebab, sebagian besar pekerja telah berkeluarga dan harus memberi nafkah. “Kami akan terus menuntut hak kami, bahkan kalau tidak segera dipenuhi akan tidur di depan kantor sampai dibayar,” ancamnya.

Selain pekerja, demo tersebut juga diikuti supplier bahan baku proyek interior dari UD Mitra Usaha Semarang. Menurut salah satu pekerjanya, Agus Suhadi, 48, pihaknya memiliki tagihan sekitar Rp 150 juta ke CV Interior Semarang.

“Selama ini upaya persuasif dan kekeluargaan saya lakukan agar uang pembayaran bisa cair, karena saya juga harus tanggungjawab ke perusahaan saya,” tuturnya.

Pemilik CV Interior Semarang Winoto Sugondo, ketika ditemui menyatakan pihaknya tidak akan lari dari tanggungjwab untuk memenuhi hak pekerja maupun pembayaran kepada pemasok bahan baku.

“Tagihan kami sekitar Rp 3 miliar sulit ditagih dengan alasan yang tidak jelas, sehingga gaji pekerja senilai sekitar Rp 400 juta juga tidak bisa kami bayarkan,” kilahnya.

Menuruntnya, proyek interior karaoke yang berlangsung sejak Mei 2017 tersebut seharusnya selesai pada akhir Oktober 2017, termasuk masa perawatan selama tiga bulan setelahnya.

“Namun berdasarkan hasil audit kami, ketika pekerjaan baru sekitar 95 persen, tiba-tiba kontrak kami diputus dan tidak boleh melanjutkan pekerjaan,” terangnya.

Pihaknya, juga telah berusaha melakukan mediasi sejak tenggat pembayaran, yakni 8 Oktober 2017, namun tidak mendapat tanggapan.

Sementara pihak Venus Karaoke belum dapat memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan. “Kalau memang kami dinilai wanprestasi, kami siap didenda, tetapi mestinya pembayaran tetap dilakukan,” ujarnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

200 Pedagang Belum Tertampung di Pasar Baru

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 200 pedagang belum bisa tertampung di Pasar Baru Batang yang baru saja kelar direvitalisasi dengan anggaran miliaran rupiah. Sedangkan 2000...

Banjir Bikin Macet Total

SEMARANG - Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan banjir menggenangi beberapa wilayah Kota Semarang, tidak terkecuali kawasan Simpang Lima yang menjadi pusat kota. Banjir yang...

Ribuan Guru PNS SMA/SMK Belum Gajian

SEMARANG – Ribuan guru dan tenaga non pendidik Pegawai Negeri Sipil (PNS) SMA/SMK di Jateng hingga Jumat (6/1) kemarin belum menerima gaji bulan Januari...

Pembangunan Pasar Tradisional Jadi Prioritas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Pasar tradisional adalah denyut nadi sekaligus jantung perekonomian rakyat. Karenanya, pasar harus dibangun dan dibenahi sehingga masyarakat nyaman dalam melakukan transaksi jual...

Antisipasi Napi Kabur, Sidak Rutan

DEMAK-Kabagops Polres Demak Kompol Sutomo bersama Kasat Sabhara AKP Agus Subarjo kemarin melakukan sidak ke Rutan Demak. Sidak yang disambut Kepala Rutan Demak Sutrasno...

Adu Kuat Tengah dan Sayap

BANDUNG – Duel PSIS versus Persebaya dalam lanjutan babak delapan besar Liga 2 di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sore (15/11) nanti bakal menjadi...