Beri Penghormatan, Pugar Makam Pahlawan

159
MENGENANG PAHLAWAN - Muspika Gringsing bersama perwakilan kepala desa, veteran dan banser melakukan upacara tabur bunga di Makam Pahlawan di Desa Lebo Kecamatan Gringsing. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
MENGENANG PAHLAWAN - Muspika Gringsing bersama perwakilan kepala desa, veteran dan banser melakukan upacara tabur bunga di Makam Pahlawan di Desa Lebo Kecamatan Gringsing. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

BATANG – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, sebagai bentuk bakti dan penghargaan kepada para pahlawan bangsa, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gringsing, sepakat mempugar beberapa makam pahlawan di daerah mereka.

Tidak hanya itu, kini setiap peringatan Hari Pahlawan di Kecamatan Gringsing, menghadirkan suasana baru yang belum pernah ada sebelumnya. Usai upacara di halaman kantor kecamatan, dilanjutkan dengan tabur bunga di makam pahlawan yang berada di Desa Lebo Kecamatan Gringsing.

Di pemakaman umum ini, ada tiga makam pejuang bangsa yang gugur saat melawan penjajah Belanda saat Class II di Semarang. Makam ketiga pahlawan tersebut sekarang kondisinya sudah lebih baik dan rapi setelah dipugar.

Hadir dalam kegiatan tersebut selain Muspika Gringsing turut serta kepala desa, Kepala KUA, Banser dan veteran.

Danramil 03 Gringsing Kapten Sugito mengatakan pemugaran makam ini atas inisiatif Muspika Gringsing,  yang tergerak hatinya ingin memberikan peristirahatan yang layak kepada para pejuang.

“Awalnya pemugaran inisiatif kami, dan ternyata Camat Gringsing dan Kapolsek menyambut dengan antusias. Bahkan mereka serta merta menyumbang untuk pemugaran,”ungkapnya.

Bahkan selanjutnya, donatur juga datang tanpa diminta, sehingga dalam waktu singkat, makam yang dulu ala kadarnya sekarang menjadi layak. Meskipun tidak sebanding dengan pengorbanan dan jasa pahlawan imi.

“Dan kebetulan makam ketiganya berdampingan sehingga memudahkan dalam pemugaran,” kata Sugito menahan haru.

Camat Gringsing Rusmanto menambahkan upacara dan tabur bunga di makam ini baru sekali ini dilaksanakan. Sebelumnya hanya pada peringatan Proklamasi 17 Agustus saja ada renungan malam dan tabur bunga. “Tapi sekarang dan seterusnya tradisi ini akan dilaksanakan. Gringsing beruntung punya pahlawan kemerdekaan,” tambah Rusmanto.

Kepala Desa Lebo Sunardi yang wilayahnya ketempatan makam menyambut gembira dengan adanya upacara dan tabur bunga serta pemugaran makam ini. Diungkapkannya, ada dua pahlawan yang gugur waktu perang melawan Belanda, yaitu Soegiono yang gugur tahun 1946 dan Matohir yang gugur tahun 1947. Yang seorang lagi yaitu Soeadi meninggal tahun 1970. Soeadi dulunya satu regu bersama Soegiono dan Matohir sehingga layak dikategorikan sebagai pahlawan perang. “Kami berharap generasi penerus akan selalu menghargai jasa pahlawan dan mendo’akan arwahnya,” kata Sunardi. (han/sct/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here