65 Pemandu Karaoke  Diamankan

243
DI DATA: Petugas mengamankan para pemandu karaoke, miras dan satu persatu PK diperiksa darahnya. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DI DATA: Petugas mengamankan para pemandu karaoke, miras dan satu persatu PK diperiksa darahnya. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Satpol Pemkab Demak bersama petugas gabungan dari Kepolisian, Kodim dan dinas terkait kemarin malam melakukan razia disejumlah tempat hiburan kafe dan karaoke diwilayah Demak.

Hasilnya, sebanyak 65 pemandu karaoke (PK) diamankan dan dilakukan tes darah. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah mereka mengonsumsi narkoba atau tidak. Tes darah yang dilaksanakan petugas Dinas Kesehatan ini juga diperlukan agar dapat diketahui apakah para PK tersebut terkena penyakit HIV/AID atau tidak.

Ratusan botol minuman keras (miras) juga disita. Yaitu, miras jenis vodka 131 botol, keland 62 botol, congyang 99 botol, bir anker 30 botol, guinnes 7 botol, wisky 6 botol dan arak oplosan sebanyak 3 botol sprite.

Kepala Satpol PP Pemkab Demak, Bambang Saptoro mengatakan, sasaran operasi yustisi menitikberatkan pada tempat hiburan yang sudah biasa meramaikan dunia malam di Demak, baik dikota maupun sepanjang jalan lingkar Kota Demak.  “Kita lakukan pemeriksaan identitas KTP, pengecekan darah pemandu lagu oleh Dinas Kesehatan serta pemeriksaan miras,” ujarnya didampingi Kabid Penegakan Perda, Adi Prabowo.

Dengan adanya razia seperti ini, diharapkan dapat mengurangi penyakit masyarakat (pekat) yang ditimbulkan dari dampak gemerlap dunia malam. Apalagi, Demak merupakan Kota Wali yang harus bebas dari pekat.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Polres Demak, Kompol Sutomo menambahkan, razia diperlukan sebagai sarana memberikan sosialisasi kepada pemilik karaoke yang mendirikan bangunan diatas tanah milik pengairan, utamanya yang ada disepanjang tepi jalan di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam.

“Karaoke diatas tanah pengairan itu segera ditutup karena meresahkan masyarakat. Apalagi, hasil rakor Forkopimda telah disepakati untuk penertiban karaoke di Kota Wali ini. Kita berharap, pak Bupati segera membuat perbup sebelum perda hiburan terealisasi,” katanya.

Dengan adanya perbup dan perda itu, maka aparat memiliki payung hukum yang jelas. “Dalam razia dikaraoke petugas gabungan telah memeriksa PK dan menyita miras. Darah PK juga diperiksa untuk mengetahui apakah terjangkit virus membahayakan atau tidak,” ujar Kompol Sutomo.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kecamatan Karangtengah, Moh Bardi mengatakan, GP Ansor pada prinsipnya mendesak pemerintah agar karaoke dan tempat berbau maksiat untuk bisa secepatnya ditutup. “Karena itu, Ansor dan Banser mendukung penuh terbitnya peraturan bupati (Perbup) terkait penutupan karaoke,” katanya.

Senada disampaikan Ketua GP Ansor Kabupaten Demak, Nurul Nurul Muttaqin. Pihaknya telah menyerahkan dukungan Ansor dan Banser ke Bupati Demak HM Natsir supaya karaoke ditutup selamanya dari bumi Kota Wali. (hib/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here