Tempat Sharing Percantik Ruangan Rumah

Lebih Dekat dengan Komunitas Home Dekor Lovers (HDL)

103
KOPDAR: Anggota Komunitas Home Dekor Lovers (HDL) saat melakukan kopi darat. (HDL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOPDAR: Anggota Komunitas Home Dekor Lovers (HDL) saat melakukan kopi darat. (HDL FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Sama-sama punya hobi mendekorasi rumah, sekelompok kaum hawa sepakat membentuk komunitas Home Dekor Lovers (HDL). Mereka kerap sharing gagasan mengenai tips dan trik menata setiap sudut ruangan. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

KOMUNITAS HDL masih relatif muda. Berdiri 5 Agustus 2017 lalu, dan baru punya 55 anggota. Meski begitu, ide mengenai mendekorasi ruangan rumah sudah cukup matang. Maklum, nyaris semua anggota punya latar belakang berbeda. Praktis, gagasan mereka jadi lebih variatif.

Penanggung jawab HDL Semarang, Eni Susilo Rahayu, menjelaskan, anggota komunitas ini terdiri atas semua wanita yang sudah memiliki rumah, dan juga gemar mendekorasi setiap sudut rumah mereka.

“Kami masih baru, dan baru sekali menggelar kopdar. Anggota kami datang dari berbagai latar belakang. Ada ibu rumah tangga, pegawai, hingga pengusaha. Selain itu, mereka juga berasal dari daerah di Jawa Tengah bagian utara, misalnya Pati, Pekalongan, Blora, Tegal, Solo, dan daerah lainnya,” ucap wanita yang akrab disapa Inces ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diceritakan, lahirnya HDL berawal dari kegemaran mendekorasi rumah, dan mengunggah ke sosial media seperti Instagram. “Karena banyak yang suka dan saling bertanya, kami memutuskan untuk bertemu dan membentuk suatu komunitas, dengan seorang founder dari Jakarta,” paparnya.

Dijelaskan, dalam mendekor rumah, tidak melulu menggunakan aliran tertentu. Pihaknya selalu mencoba hal-hal baru agar tidak bosan. Mulai dari shabby, minimalis, modern, klasik, hingga ala Eropa.

“Tidak terbatas oleh aliran, bahkan sudut atau ruangan yang kami dekor juga tidak semuanya. Tapi, ketika kami sudah mendekor satu sudut rumah atau ruangan di rumah kami, kami harus mengunggahnya ke sosial media, dan itu juga menjadi satu syarat untuk bergabung di komunitas kami ini,” bebernya.

Ya, mengunggah satu minggu sekali memang menjadi syarat utama ketika akan bergabung dengan HDL ini. Karena dengan begitu, setiap satu minggu sekali, akan ada ide yang terus ada untuk mengatur rumah.

Mengenai kegiatan komunitas, lanjutnya, saat ini masih sekadar kopdar. Dalam kopdar itu ada iuran, dan ada juga tips mendekor rumah, sesuai dengan kondisi dan luas rumah. Ada juga sesi untuk berbagi informasi seputar barang atau pernak-pernik yang mereka gunakan untuk mendekor rumah. Seperti informasi bahan/pernak-pernik yang digunakan untuk mendekor rumah seperti wall paper, dari segi harga, kata Eni, wall paper jauh lebih mahal, dibandingkan dengan wall stiker.

“Karena itu, kami akan lebih banyak menggunakan wall stiker yang dari segi harga jauh lebih terjangkau. Nah, dengan kegiatan dan komunitas ini, kami jadi lebih tahu trik untuk mensiasati memilih bahan dan pernak-pernik mendekor rumah, tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi,” ucapnya.

Untuk kopdar, HDL memang membatasi waktu, seperti tiga bulan sekali mereka akan melakukan kopdar, dan akan kembali bertukar informasi.

“Kami juga memberikan waktu untuk mendekor rumah dan menemukan berbagai informasi lainnya seputar dekor. Bahkan di acara pertemuan, kami kadang mendatangkan ahli desain interior, agar kami juga semakin bertambah informasi seputar dekorasi rumah. Kami berharap, komunitas HDL ini bisa memberikan inspirasi kepada para wanita di rumah untuk mendekorasi rumah agar jauh lebih indah dan nyaman,” paparnya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here