Selipkan Pesan Keagamaan saat Bertugas

Gus Untung; Dai Tentara

126
TEBARKAN KEBAIKAN: Serma Untung Widyanto (Gus Untung) saat mengisi ceramah dalam haul massal Simbah Bedug di Dusun Ndrandan Desa Bojonegoro Kecamatan Kedu, belum lama ini. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)
TEBARKAN KEBAIKAN: Serma Untung Widyanto (Gus Untung) saat mengisi ceramah dalam haul massal Simbah Bedug di Dusun Ndrandan Desa Bojonegoro Kecamatan Kedu, belum lama ini. (AHSAN FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU)

Tidak harus menjadi leader di tempat kerjanya. Tapi, seorang leader bagi masyarakat, dengan menuntunnya ke jalan kebaikan, itulah sejatinya seorang pemimpin yang berguna. Seperti dilakukan oleh Serma TNI Untung Widyanto.

MENJADI anggota TNI, tak menyurutkan Serma Untung Widyanto untuk melakukan aktivitas dakwah. Anggota Koramil 10/Selomerto Kodim 0707/Wonosobo itu, senantiasa menyelipkan pesan-pesan keagamaan di manapun ia berada. “Saat menjalankan tugas sebagai anggota TNI, sekaligus melakukan aktivitas dakwah. Saat dinas maupun di luar dinas, saya selalu berdakwah” akunya.

Pria kelahiran Purbalingga, 19 Mei 1973 itu mengaku kerap melakukan kegiatan dakwah, tidak hanya di wilayah dinasnya saja (Wonosobo). Tapi juga melalukan kegiatan dakwah di kota/kabupaten lainya di Jateng, terlebih di wilayah Temanggung. “Kebetulan, tempat tinggal saya di Temanggung (Perum Srimpi Baru RT 01 RW 06 No 65 Temanggung).Jadi, aktivitas dakwah saya banyak di wilayah Temanggung,” ungkapnya.

Gus Untung—sapaaan intim—Serma Untung Widyanto menyampaikan, di Temanggung, ia pernah berdakwah di sejumlah wilayah. Di antaranya; Gilingsari, Jampirejo Temanggung; Dusun Jambon, Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo; Dusun Sosoran, Desa Bojonegoro, Kecamatan Candimulyo Kedu; Desa Wunut, Ngimbrang, Kecamatan Bulu; Desa Gambasan, Kecamatan Selopampang; dan Dusun Kliwonan Desa Klepu Kecamatan Pringsurat.

Selanjutnya, Desa Banaran, Kecamatan Tembarak; Desa Gandikan, Desa Bojong, Kecamatan Tretep; Desa Paponan, Kecamatan Kledung; Desa Candisari, Kecamatan Bansari; Desa Ketitang, Kecamatan Jumo; dan desa-desa lainya di wilayah Temanggung. “Saya mulai aktivitas dakwah sejak 1994 atau dua tahun sejak menjadi tentara. Saya masuk pendidikan Secata Gombong pada 1992,” aku Suami Asih Moeryanti itu.

PASANGAN SERASI: Serma Untung Widyanto (Gus Untung) bersama istri tercinta Asih Moeryanti. (DOK PRIBADI)
PASANGAN SERASI: Serma Untung Widyanto (Gus Untung) bersama istri tercinta Asih Moeryanti. (DOK PRIBADI)

Cucu dari almarhum KH Hasan Asy’ari Mangli Magelang atau yang terkenal dengan sebutan Mbah Mangli itu mengaku, dalam berdakwah, ia menyesuaikan mad’u (audien). Tujuannya, agar pesan dakwah bisa diterima. “Di sela pengajian, juga saya sisipi joke-joke atau lelucon, juga saya kasih syair-syair dan salawatan dengan diringi musik atau rebana,” pungkas putra pertama pasangan almarhum Letda CPM M Rumidi dan Yatinah itu. (ahsan/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here