Pemkab Lakukan Rekrutmen 344 Perangkat Desa

467

KENDAL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal akan menggelar rekrutmen untuk 344 perangkat desa di 19 kecamatan dan 59 sekretaris desa (sekdes). Menyusul banyaknya perangkat desa untuk dipindahtugaskan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab setempat.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Kendal, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa tahapan perekrutan dilakukan sepenuhnya oleh desa setempat. Dari pemerintahan hanya memfasilitasi penyediaan tim assesment yang melakukan tes.

“Dari desa, nantinya akan membentuk tim penjaringan dan penyaringan.  Kemudian membuka pengumuman pendaftaran selama tujuh hari (13-21 November 2017). Dari pendaftar yang ada, kemudian dilakukan penelitian atas keabsahan berkas pendaftaran sesuai persyaratan yang ada,” katanya.

Setelah dinyatakan lengkap, pendaftar ditetapkan sebagai bakal calon (balon). Para balon nantinya akan mengikuti tes yang dilakukan oleh tim assesment yang sudah ditunjuk oleh Pemkab Kendal pada 11 Desember 2017. “Hasilnya langsung diumumkan pada 12 Desember 2017,” tandasnya.

Hasil dari tes, peserta yang lolos nantinya akan dimintakan rekomendasi dari camat setempat. Dari hasil yang direkomendasikan, nantinya kepala desa akan memilih calon berdasarkan hasil peringkat nilai,” jelasnya.

Wahyu menjelaskan bahwa cara seperti ini diharapkan dapat meminimalisasi terjadinya Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dalam perekrutan. Sebab, tim asessment yang dipilih adalah indepeden. “Sehingga penilaiannya juga objektif karena tes dilakukan dengan Computer Asessment Test (CAT). Sehingga nilai peserta tidak mungkin dapat dimanipulasi,” tuturnya.

Tes yang dilaksanakan ada dua macam. Yakni Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan Tes Kompentensi Bidang (TKB). Dari dua nilai tersebut, nantinya akan diambil yang tertinggi untuk diangkat menjadi perangkat desa dan sekdes. “Namun, untuk penentu akhir dan yang mengangkat perangkat desa maupun sekdes sepenuhnya adalah wewenang kepala desa,” tandasnya.

Camat Brangsong, Achmad Ircham Cholid mengatakan bahwa status perangkat desa maupun sekdes nantinya diangkat oleh desa, tidak berstatus sebagai PNS. Yakni pegawai desa dengan masa kerja sampai dengan usia 60 tahun. “Kami dari kecamatan tidak terlibat dalam kepanitiaan atau tim panitia. Kami hanya melakukan verifikasi ulang terhadap berkas pendaftar dan memberikan rekomendasi kepada kepala desa yang melaksanakan rekrutmen perangkat desa,” katanya.

Kepala Desa Korowelang Kulon, Kecamatan Cepiring, Triyono mengatakan bahwa kepala tidak terlibat dalam kepanitiaan. Sepenuhnya nanti dilakukan oleh kepanitiaan yang dibentuk dalam tim penjaringan dan penyaringan. “Hasilnya, kami hanya melaksanakan sesuai dengan hasil tes dan rekomendasi dari kecamatan,” tuturnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here