Pelaksanaan Grup Y Kacau

171
MENUNGGU KEPASTIAN: PSIS harus kembali mengalami kekecewaan setelah kembali dihadapkan ketidakpastian jadwal babak delapan besar Grup Y. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENUNGGU KEPASTIAN: PSIS harus kembali mengalami kekecewaan setelah kembali dihadapkan ketidakpastian jadwal babak delapan besar Grup Y. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

CIKARANG – Gelaran babak delapan besar Grup Y Liga 2 kembali mengalami penundaan jadwal. Bahkan kemungkinan besar babak delapan besar Grup Y yang rencananya digelar 10-17 November urung digelar di Stadion Wibawa Mukti Cikarang.

Hal tersebut terjadi setelah Polres Metro Bekasi mempertimbangkan masukan dari Pemda Bekasi untuk tidak memberikan rekomendasi pertandingan babak delapan besar Liga 2 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang.

Atas kenyataan tersebut laga perdana Grup Y yang akan mempertemukan antara PSIS versus Persebaya dan PSPS versus PS Mojokerto Putra sebelumnya akan digelar pada hari ini (10/11) dipastikan urung digelar.

“Hingga saat ini (kemarin malam, red) kami belum mendapatkan kejelasan dari operator LIB (PT Liga Indonesia Baru). Awalnya pertandingan hanya diundur sehari yaitu digelar pada tanggal 11 November, tapi ternyata tidak mendapatkan izin. Seharusnya operator bisa segera memberikan kepastian agar tim-tim bisa segera mendapatkan kejelasan, tentu ini sebuah kerugian bagi kami,” kata General Manajer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto.

Jika digelar di luar Cikarang, Liluk berharap operator bisa menggunakan venue di sekitar wilayah Jawa Barat atau Jakarta,”Karena kalau dipindah jauh tentu itu kerugian lagi bagi kami karena kami sudah berada di Cikarang,” sambungnya.

Liluk menambahkan, ketidakjelasan mengenai penundaan jadwal tersebut membuat kerugian secara finansial maupun psikis tim berjuluk Mahesa Jenar yang sebenarnya sudah benar-benar siap menghadapi babak perempat final tersebut.

“Secara finansial pastinya kami cukup dirugikan palagi sebelumnya sudah mengalami beberapa kali penundaan. Yang jelas kami berharap segera ada kepastian, kalau memang berlarut-larut tentu kami akan melayangkan protes,” beber Liluk.

Senada dengan manajemen, head coach PSIS, Subangkit di temui terpisah kemarin berharap ketidakjelasan pelaksanaan babak delapan besar Grup Y ini tidak mempengaruhi kondisi psikis Haudi Abdillah dkk.

“Pemain pasti juga berfikir karena ketidakjelasan ini. makanya saya dan tim pelatih sebisa mungkin berusaha ngemong agar mental pemain tetap siap kapanpun babak delapan besar akan digelar,” beber coach Subangkit.

Terkait program latihan, Subangkit mengatakan sebisa mungkin pihaknya akan memberikan menu-menu latihan kepadan anak asuhnya selama berada di Cikarang,”Besok (hari ini, red) seharusnya kami mendapat jadwal uji coba lapangan Wibawa Mukti, namun kami tunggu perkembangannya kalau memang tidak bisa ya kami akan cari lapangan di sekitar hotel,” pugnkasnya. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here