PDIP Sudah Kantongi Dua Nama

Pilgub Jateng 2018

101
KONSOLIDASI: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri meninggalkan Kantor DPD PDIP Jateng usai rapat konsolidasi jelang Pilkada serentak 2018 mendatang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KONSOLIDASI: Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri meninggalkan Kantor DPD PDIP Jateng usai rapat konsolidasi jelang Pilkada serentak 2018 mendatang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) telah mengantongi dua nama untuk diajukan sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Pilgub Jateng 2018 mendatang. Hanya saja, pengumuman dua nama itu masih menunggu momen yang pas.

Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan, semua proses penjaringan bakal calon yang mendaftar di DPD PDIP beberapa waku lalu sudah tuntas. “Fit and proper test sudah selesai semua. Nama sudah mengerucut. Yang namanya mengerucut itu ya sudah satu pasang,” terangnya saat ditemui usai rapat konsolidasi di kantor DPD PDIP Jateng yang dihadiri Ketua Umum Megawati Soekarno Putri, Kamis (9/11).

Ketika ditanya, apakah pasangan yang telah ditentukan tersebut merupakan nama baru atau lama, Hasto tetap tidak mau membeberkan. “Baru atau lawas kan relatif,” tuturnya.

Yang jelas, lanjutnya, PDIP punya tradisi untuk memberikan kesempatan bagi kepala daerah yang masih dipercaya masyarakat untuk kembali menjalankan pemerintahan. “Seperti Pak Jokowi. Diberi kesempatan menjadi Wali Kota Surakarta dua periode, Gubernur DKI sebenarnya juga dua periode. Tapi belum selesai periode pertama, sudah jadi presiden,” terangnya.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu momen yang pas untuk membeberkannya. Hasto menampik jika PDIP bakal menurunkan rekomendasi saat detik-detik terakhir menjelang pendaftaran calon di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dia meyakinkan bahwa PDIP justru menjadi pioner dalam menetapkan pasangan calon.

Soal waktu, lanjutnya, memang diumumkan secara bertahap. Untuk Jawa Timur dan dan Sulawesi Selatan sudah dimumkan. Dalam waktu dekat ini, giliran Bali dan Riau. “Tanggal 11 November pukul 11.00, rekomendasi (pasangan calon) di Bali akan dimumkan di kantor DPD PDIP Bali. Nanti akan dilakukan bertahap, tidak diumumkan sekaligus. Yang jelas, jajaran partai sudah siap,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hasto membeberkan mengenai pesan Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri kepada seluruh kader di Jateng. “Ketika memimpin konsolidasi tadi, Ibu Mega menjelaskan jika Jateng menjadi kekuatan mesin partai yang punya kantor sebagai rumah rakyat dan pusat kebudayaan partai. Juga organisasi pergerakan partai. Karena itu, acara ini juga ditampilkan. Seluruh cita rasa kuliner di seluruh daerah di Jateng,” paparnya.

Terkait Pilkada, Mega mengingatkan bahwa momentum itu bukan soal rekomendasi orang per orang. Tapi mengenai pengelolaan kekuasaan. Anggota DPR RI, DPRD dan kepala daerah diingatkan untuk tidak sekali-sekali melakukan korupsi. Jika ada yang terbukti hingga terkena operasi tangkap tangan (OTT), akan langsung dipecat dari partai.

Terkait persiapan Pilkada, Mega meminta seluruh kader untuk terus bergerak. Turun ke bawah, menyatu dengan rakyat untuk membangun kekuatan bersama masyarakat. “Membangun wajah partai. Bukan wajah kekuasaan, tapi mengedepankan penberdayaan masyarakat dan kebudayaan,” tegasnya.

Bupati Kudus sekaligus bakal calon Gubernur Jateng, Musthofa, memaparkan, semua kader PDIP diminta untuk punya integritas. Petugas partai juga harus menjunjung kedisiplinan yang tinggi.

“Kami dipesan Ibu Mega untuk menjaga integritas. Keberasaan partai berideologi Pancasila, UUD 45, dan Kebhinekaan, harus memberikan cerminan kepada masyarakat. Setiap insan, harus mau mengerti dan tahu akan kebutuhan masyarakat. Makannya harus turun ke bawah. Harapannya, bisa mendengar sendiri,” katanya.

Sementara itu, Megawati enggan memberikan keterangan kepada awak media. Selesai acara konsolidasi, Mega langsung meninggalkan kantor DPD PDIP dan tidak mau diwawancarai wartawan. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here