Kini Administrasi Gratis dan Bebas Denda

146
PELAYANAN ONLINE : Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Dispendukcapil Afhan Noor me-launching pelayanan online mandiri administrasi kependudukan di Pendopo, Kamis (9/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELAYANAN ONLINE : Bupati Demak HM Natsir didampingi Kepala Dispendukcapil Afhan Noor me-launching pelayanan online mandiri administrasi kependudukan di Pendopo, Kamis (9/11) kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pemkab Demak berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya, dengan meluncurkan program Siap Saji (siap satu hari jadi) dalam pengurusan akta lahir dan Sujud (satu jam terwujud) untuk pengurusan KTP dan KK (kartu keluarga). Selain itu, kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) membuat program Pantas Aku Nikah (pelayanan tuntas administrasi kependudukan dan nikah).

Kepala Dispendukcapil, Afhan Noor mengatakan bahwa melalui program tersebut, pihaknya berusaha menghilangkan pungutan liar dalam pengurusan surat-surat kependudukan. “Untuk pembuatan akta, KTP dan KK bila maksimal 2 bulan jadi, maka 2017 ini kami ubah standar operasi dan prosedur (SOP) bisa diselesaikan dalam satu hari,” katanya.

Menurutnya, penataan sistem tersebut diperlukan untuk mengurangi antrean dalam pengurusan kependudukan. Untuk itu, Dispendukcapil juga melakukan launching online mandiri. Melalui online ini, warga tidak perlu ke kantor Dispendukcapil untuk antre. Namun, persyaratan cukup di-upload atau diisikan di online. Setelah itu, warga tinggal mengambil dokumen kependudukan di kantor Dispendukcapil. “Pengisian bisa menggunakan handphone (HP) masing-masing yang terkoneksi dengan sistem Dispendukcapil. Cukup dua menit,” katanya.

Dia menambahkan, khusus untuk program Pantas Aku Nikah diwujudkan lantaran selama ini masih ada warga yang sengaja tidak mengubah status pernikahannya di KTP. Padahal, mereka sudah menikah. “Untuk menghindari pemalsuan, maka dibuat program tersebut agar lebih tertib dalam soal status pernikahan,” ujar dia.

Menurutnya, pembuatan serba online ini menindaklanjuti UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan yang diubah menjadi UU Nomor 24 tahun 2013. UU tersebut memberikan amanat bahwa administrasi data kependudukan harus akurat. Sebab, akurasi data itu digunakan semua program lembaga pemerintah atau swasta.

“Jadi, ada perubahan mendasar. Bila dulu stelsel aktif ada di pihak masyarakat, maka sekarang stelsel aktif ada di pihak pemerintah. Artinya, jika sebelumnya masyarakat bertanggung jawab untuk mendapatkan surat kependudukan, maka saat ini menjadi tanggung jawab pemerintah. Karenanya, bila belum ada yang punya identitas kependudukan, menjadi tanggung jawab pemerintah,” kata Afhan.

Menurutnya, data selalu di-update serta untuk memperoleh administrasi kependudukan gratis. Bebas denda serta tidak ada pungli. Kepala Kemenag Demak, HM Thobiq mengatakan bahwa program Pantas Aku Nikah sangat cocok di era digital seperti sekarang.

“Menikah di KUA gratis (nol rupiah). Bila bedolan di rumah membayar Rp 600 ribu transfer di bank. Meski demikian, setelah membayar tidak sertamerta langsung menikah tapi menunggu 10 hari. Kami juga membuat layanan satu atap untuk pendaftaran haji,” jelasnya.

Bupati Demak HM Natsir mengatakan, untuk membuat administrasi kependudukan sudah semakin mudah. “Kami apresiasi Dispendukcapil,” katanya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here