Kiai Ahmad Rifa’i, Ulama yang Bergelar Pahlawan

148
CERAMAH : Guru Besar UIN Walisongo, Prof Dr Abdul Djamil, MA saat memberikan materi pada Seminar Nasional Perjuangan KH Ahmad Rifa’i di Pendopo Agung Kendal, Kamis (9/11) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CERAMAH : Guru Besar UIN Walisongo, Prof Dr Abdul Djamil, MA saat memberikan materi pada Seminar Nasional Perjuangan KH Ahmad Rifa’i di Pendopo Agung Kendal, Kamis (9/11) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL— Pendiri organisasi kemasyarakatan Rifa’iyyah yakni KH Ahmad Rifa’i merupakan salah satu ulama yang bergelar pahlawan nasional. Gelar pahlawan nasional lantaran ia gigih melawan penjajahan Belanda.

Demikian dikatakan Prof Dr Abdul Djamil, MA saat memberikan materi pada Seminar Nasional Perjuangan KH Ahmad Rifa’i Pahlawan Nasional Asal Kendal. Dalam berdakwah, Kiai Rifai dikenal tegas, sehingga dianggap membahayakan pemerintahan Belanda pada masa penjajahan kala itu.

“Karena perlawanannya itu, Kiai Ahmad Rifa’i sering kali ditangkap penjajah, di penjara, bahkan diasingkan. Berkali-kali ia keluar masuk penjara di Kendal dan Semarang. “Bahkan ia juga sampai diasingkan di Ambon dan Minahasa sampai akhir hayatnya,” tandasnya.

Saat di pengasingan tersebut, Kiai Rifa’i justru mendirikan sebuah pondok pesantren (Ponpes). Dengan berdirinya ponpes tersebut, warga mulai melek terhadap pendidikan agama dan perjuangan kemerdekaan.

“Kiai Rifa’i juga pernah menimba ilmu agama di tanah suci selama lebih kurang delapan tahun. Kemudian melanjutkan belajar ke Mesir. Saat kembali ke tanah air, Kiai Rifa’i kembali berdakwah dan mengarang banyak kitab. Selain itu, menerjemahkan banyak kitab Arab agar mudah dipahami masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Kiai Rifa’i juga membentuk sebuah gerakan pembaharuan bersama ulama-ulama lain Indoneisa. Kemudian membangun organisasi sosial kemasyarakatan yang disebut Rifa’iyyah. Organisasi ini bergerak di ranah sosial agama dengan objek pembaruan masyarakat desa. Dalam perkembangannya, gerakan ini menjadi aksi protes penjajahan Belanda dan kaum tradisional kala itu.

Ketua Angkatan Muda Rifa’iyyah Kendal, Parno mengatakan digelarnya seminar tersebut sebagai bentuk untuk membangkitkan spirit kepahlawanan dari KH Ahmad Rifa’i. “Bahwa masyarakat Kendal memiliki ulama hebat yang mendapatkan gelar pahlawan nasional,” tandasnya.

Seminar diikuti lebih kurang 2.000 peserta berasal dari Jamaah Rifa’iyyah di 20 Kecamatan di Kendal. Selain itu dari Jamaah Rifa’iyyah Jawa Barat, DKI Jakarta dan dan Jateng. “Agar generasi penerus bisa meneruskan perjuangan KH Ahmad Rifa’i dan meneladani perjuangan dan ilmu-ilmunya,” tambahnya.

Ketua Pimpinan Daerah Jamaah Rifa’iyyah Kendal, Nuruddin menambahkan di Kendal sendiri telah ada 19 ribu jamaah Rifa’iyah yang tersebar di tujuh cabang dan 22 ranting. “Kegiatan rutin adalah pengajian selapanan dengan kajian kitab-kitab peninggalan dan karangan KH Ahmad Rifa’i,” tandasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here