Hukum Menginjak Sajadah yang di Dalamnya Terdapat Tafsir Alquran

93

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Yang terhormat Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya pernah menginjak sajadah yang di dalamnya terdapat terjemahan dan tafsir Alquran yang saya tidak ketahui di atas bangku kecil. Setelah tahu, saya langsung istighfar dan membaca sayyidul istighfar dalam dzikir setiap selesai salat. Saya juga mengerjakan salat taubat. Pertanyaan saya, apakah dalam hal ini saya harus puasa kafarat selama dua bulan berturut-turut walaupun sudah dibayar dengan taubat nasuha?  Demikian dari saya, terima kasih atas penjelasan dan jawaban bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullah

Waliwati, di Semarang 089570603xx

Jawaban :

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Waliwati di Semarang yang saya hormati dan juga dirahmati Allah SWT. Saya termasuk orang yang kurang berkenan ditulisnya ayat-ayat Alquran pada sajadah. Bukan saja seperti yang Ibu alami, melainkan juga karena menulisnya di sana bukan pada tempatnya, apalagi ada pendapat berdasarkan satu riwayat yang melarang membaca Alquran ketika salat pada saat ruku’ atau sujud, sedangkan penulisan ayat itu dapat merangsang yang sedang ruku’ atau sujud saat membacanya.

Selanjutnya, apa yang ibu lakukan setelah menginjak sajadah itu, InsyaAllah sudah sangat cukup. Ini bukan saja karena ibu menginjak ayat Alquran dalam sajadah itu tanpa sengaja sehingga tidak dinilai berdosa, tetapi juga karena ibu telah beristighfar bahkan melaksanakan salat taubat. Berpuasa dua bulan berturut-turut adalah sanksi hukum terhadap yang membunuh tanpa sengaja seorang mukmin dengan kriteria tertentu, juga orang yang menzihar istrinya atau mempersamakan dengan ibunya dari segi keharaman menggaulinya.

Demikian jawaban yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. Walla hu a’lam bishshowab. (*/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here