Empat Taruna Akpol Minta Keringanan

116

SEMARANG-Empat terdakwa dari taruna tingkat III Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang yang diduga melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan kematian terhadap Brigadir Taruna Dua Muhammad Adam, langsung membantah keterangan saksi.

Hal itu disampaikan keempat terdakwa yakni, Chirstian Atmabrita Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury dalam sidang beragendakan pembelaan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (9/11).

Dalam persidangan, Martinus dan Gilbert membantah telah memukul korban Muhammad Adam.

“Keterangan saksi yang menyebut saya memukul korban Adam tidak benar yang mulia,” kata Martinus.

Namun demikian, keempatnya juga serempak meminta majelis hakim agar memberikan putusan yang ringan. Ia beralasan mengingat masa depan mereka masih panjang dan telah mengaku jera atas kejadian itu.

“Kejadian ini sudah memberikan efek jera, kami tidak dapat melanjutkan pelajaran. Banyak pelajaran yang diberikan Tuhan lewat kejadian ini,” kata Gibrail Charthens Manorek.

Gibrail meminta kebesaran hati majelis hakim agar memutuskan hukuman untuk keempatnya lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang menuntut keempatnya dengan hukuman pidana selama tiga tahun penjara.

“Tidak ada niatan kami untuk menyakiti adik-adik kami. Besar harapan kami agar bisa kembali menjalani pendidikan dan diberikan kesempatan kedua,”ungkapnya.

Dalam kasus itu berkas perkara dibagi menjadi tiga bagian yakni, satu terdakwa bernama Rinox Lewi Wattimena Alias Rinox, dengan nomor perkara: 647/Pid.B/2017/PN Smg diperiksa majelis hakim yang dipimpin Abdul Halim Amran. Adapun jaksanya adalah Efrita dan Yosi Budi Santoso.

Untuk terdakwa Rinox, JPU menjeratnya dengan pasal berlapis yakni bersalah melanggar sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170  ayat (2) ke-3 KUHP jo Pasal 56 ayat (2) KUHP. Selain itu, melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasl 56 ayat (2) KUHP.

Sedangkan, sembilan terdakwa yakni, Joshua  Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja  Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto dan Hery Avianto, dengan nomor perkara:646/Pid.B/2017/PN Smg, diperiksa majelis hakim yang dipimpin Casmaya. JPU Sateno mengancam 9 terdakwa dengan pidana dalam pasal 170  ayat (1) KUHPidana.

Kemudian empat terdakwa lain yakni, Christian Atmadibrata Sermumes, Gibrail Charthens Manorek, Martinus Bentanone dan Gilbert Jordi Nahumury Al Jordi, dengan nomor perkara: 648/Pid.B/2017/PN Smg, dipimpin majelis hakim Antonius Widijantono, dengan jaksanya Slamet Margono.

Berbeda dengan 4 terdakwa ini, ancamanya langsung pasal berlapis yakni, pertama pidana dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Kedua diancam pidana dalam Pasal 170  ayat (2) ke-3 KUHP dan Kedua sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP. (jks/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here