Di Dukuh Sikucing, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono

Bangun Pasar Agribisnis, Tingkatkan Wisatawan

297
WISATA ALAM : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat berkunjung ke Desa Sikucing untuk melihat potensi ekonomi dan lokasi pasar agribisnis yang akan dibangun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA ALAM : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat berkunjung ke Desa Sikucing untuk melihat potensi ekonomi dan lokasi pasar agribisnis yang akan dibangun. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bermaksud mendirikan pasar agribisnis, di Dukuh Sikucing, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono. Hal itu dilakukan untuk meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Petungkriyono.

Menurut Bupati, beberapa desa yang ada di Kecamatan Petungkriyono merupakan penghasil terbesar sayur dan buah, mulai kentang, kubis, tomat, jagung, wortel, terong, daun bawang serta pisang. Bahkan beras hitam dan beras merah yang berada di super market di beberapa kota besar, berasal dari Desa Sikucing, Petungkriyono.

“Banyak potensi ekonomi yang ada di Kecamatan Petungkriyono yang belum tergali secara maksimal. Termasuk pengelolaan hasil bumi dari alam Petungkriyono, belum tersentral di satu tempat, masih dikelola secara tradisional,” kata Bupati Asip yang mengunjungi Dukuh Sikucing, Desa Yosorejo, Kecamatan Petungkriyono, Kamis (9/11) kemarin.

Jika dibuatkan pasar agribisnis, tandasnya, tak hanya membantu para petani sayur dan buah, namun akan mendongkrak harga jual sayur dan buah tersebut. Dengan demikian, akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat Petungkriyono. “Dengan adanya pasar agribisnis, akan meningkatkan waktu kunjungan wisatawan, dengan menikmati suasana pedesaan dan hasil alam Petungkriyono,” ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip berencana membangun pasar agribisnis yang terintegrasi dengan pasar ayam kampung yang selama ini sudah ada dan banyak dikunjungi warga dan wisatawan dari luar kota. Keunggulan ayam kampung khas Petungkriyono, karena rasa daging ayamnya yang gurih dan alami, tanpa ada makanan tambahan kimia dalam pembiakannya. Selain itu, desa tersebut mudah dijangkau dari beberapa desa lain.

“Kami akan menyediakan lahan sekitar 1 hektare, untuk pembangunan pasar yang menampung hasil bumi masyarakat Petungkriyono dan sekitarnya. Saya yakin, pasar agribisnis ini bukan saja menjadi tujuan wisatawan, namun juga pedagang sayur dari luar kota,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan bahwa bukan hanya pasar agribisnis yang akan dibangun dan dikembangkan, namun Desa Sikucing juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan. Yakni, kegiatan sewa lahan kecil untuk ditanamani sayur mayur.

Menurutnya, wisata bercocok tanam ini, bukan hanya sebagai wisata alam, tapi media belajar bagi anak-anak dan keluarga. Wisatawan bisa menanam sayur sejak penyebaran benih hingga panen. “Wisata bercocok tanam ini lagi ngetren saat ini, seperti di Malang atau Bandung. Disamping kita dapat menikmati suasana bercocok tanam yang sesungguhnya, juga dapat memberikan edukasi kepada anak anak tentang cara bercocok tanaman yang baik,” tutur Bupati Asip. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here