Tinggi, Kunjungan ke Museum 

103
MELIHAT KOLEKSI MUSEUM: Beberapa pengunjung sedang melihat benda-benda koleksi museum BPK yang dipajang dalam lemari kaca, Rabu (8/11) kemarin. (MEIDHA HAPSARI/JAWA POS RADAR KEDU)
MELIHAT KOLEKSI MUSEUM: Beberapa pengunjung sedang melihat benda-benda koleksi museum BPK yang dipajang dalam lemari kaca, Rabu (8/11) kemarin. (MEIDHA HAPSARI/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG–Sejumlah museum di Kota Sejuta Bunga mencatatkan angka pertumbuhan pengunjung yang cukup signifikan. Staf Pengelolaan Museum Jenderal Soedirman, Ardhani, misalnya,  mencatat sebanyak 5.719 orang telah mengunjungi Museum Jenderal Sudirman. Angka itu dihitung sejak awal  2017 hingga Senin (6/11) lalu.

Kata Ardhani, jumlah tersebut mengalami peningkatan dari 2016. “Jadi, Alhamdhulillah di 2017 ini, pengunjung mengalami kenaikan, meski hanya beberapa persen,” kata Ardhani, Rabu (8/11) kemarin.

Hal serupa juga terjadi pada Museum Badan Pengawas Keuangan (BPK) Kota Magelang. Staf Museum BPK Kota Magelang, Awiek Pramayudha, membeber, museum yang direvitalisasi pada  2016, telah menerima kunjungan sebanyak38.462 orang.

Pengunjung terbanyak berasal dari kalangan pelajar (SD-SMA) sebanyak 16.193 dan masyarakat umum sebanyak 12.531. “Sisanya, dari kalangan mahasiswa (2.409) dan instansi pemerintah maupun swasta (2.034),” ucap Awiek.

Bagaimana dengan Museum Diponegoro yang terletak satu kompleks dengan museum BPK?  Terhitung sejak September hingga Selasa (7/11) lalu, total ada 1.598 pengunjung. Hal itu disampaikan oleh Khozin, salah satu pemandu Museum Diponegoro. Sebagian besar pengunjung berasal dari instansi pendidikan seperti sekolah, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum.

Terpisah, Waka Kesiswaan sekaligus guru BK SMPN 13 Kota Magelang, Sudiono, mengatakan, pihaknya ikut berperan aktif dalam menyebarkan virus kunjungan ke museum. “Belum lama ini, kami mengajak siswa kelas VIII (252 siswa) dan IX (220 siswa) melakukan kunjungan ke museum BPK.”

Kata Sudiono, kunjungan  untuk mengisi waktu luang selama jeda ujian tengah semester (UTS). Juga agar siswa dapat memanfaatkan waktunya dengan belajar  seluk-beluk lembaga pengawas keuangan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Kepala SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, Mohammad Rozaq. Ia mengatakan, pihaknya juga menanamkan pendidikan sejarah dengan mengunjungi museum.  “Pada 15 November mendatang, siswa SDIT Ihsanul Fikri akan berkunjung ke Museum  Diponegoro,” kata Rozaq.

Populernya museum sebagai destiniasi wisata Kota Magelang, selaras dengan statemen Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Ervin Septa Haryanto Kamil. Ervin menginginkan agar sektor pariwisata Kota Sejuta Bunga bisa berkembang. Utamanya, dari segi peninggalan bangunan tua, termasuk museum untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).  (cr3/mg10/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here