Tinggal 4 Persen Penduduk Semarang Belum Tercover JKN

137
Bimantoro. (ISTIMEWA)
Bimantoro. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Saat ini, tercatat ada penambahaan sebanyak 93 ribu warga terjamin biaya kesehatan di Kota Semarang. Total keseluruhan kurang lebih 96 persen dari 1.729.428 jiwa penduduk Kota Semarang telah tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).  JKN tersebut dilakukan menggunakan berbagai program. Termasuk, program terbaru yang dilakukan Pemkot Semarang, yakni program Universal Health Coverage (UHC).

“Saat ini ada penambahan sebanyak 93 ribu peserta baru. Itu ditanggung pemkot untuk masuk JKN dengan pelayanan kelas III. Total keseluruhan 96 persen dari 1.729.428 jiwa,” beber Kepala BPJS Kesehatan Kota Semarang, Bimantoro R, kemarin.

Dikatakannya, melalui program UHC ini membuktikan bahwa peduli kesehatan tidak memandang status ekonomi. “Peserta tidak harus miskin, siapa saja warga Kota Semarang dengan catatan mau ditempatkan di layanan kelas III bisa mendapatkannya,” kata dia kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dijelaskannya, sebuah daerah yang menyandang status UHC memiliki standar, yakni minimal 95 persen dari jumlah warganya. Sedangkan di Kota Semarang telah melebihi standar tersebut, karena saat ini telah mencapai 96 persen dari jumlah penduduk Kota Semarang dijamin kesehatannya.

Berbeda dengan imbauan Wali Kota Semarang beberapa waktu lalu, Bimantoro justru menyarankan agar warga mendaftar sebelum sakit, sehingga bisa langsung digunakan.

Menganai adanya kendala membludaknya pendaftar sebagiamana terjadi beberapa waktu lalu, kata dia, sebenarnya bisa dilakukan penataan sistem pendaftaran. Misalnya, lanjut dia, pendafataran dilakukan dengan cara per kecamatan. Hal itu diharapkan bisa mengantisipasi terjadi antrean panjang dan menunggu dalam waktu lama.

“Kami siap membantu pendaftaran di kantor. Asal ada verifikator soal kependudukan,” kata dia.

Lebih lanjut kata Bimantoro, Kota Semarang merupakan kota pertama di Jateng yang masuk kategori UHC. Sehingga hal ini patut menjadi contoh yang sangat baik bagi daerah lain untuk memprogramkan UHC. Hal pertama yang menjadi catatan, menurut dia, adalah Wali Kota Semarang, memanjakan warga dengan jaminan kesehatan. “Tentu ini sangat bagus karena mampu menjangkau pelayanan kesehatan kepada seluruh warga tanpa memandang status ekonomi,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Widoyono, mengakui, sebelumnya, begitu UHC diluncurkan, pendaftar cukup membludak. Hal ini cukup membuat petugas kewalahan. Sehingga saat itu diimbau kepada warga bahwa pendaftaran diutamakan bagi warga yang sedang sakit terlebih dahulu

“Saat ini, sudah normal, jauh lebih baik. Kami sedang membahas kesiapan fasilitas ruang rawat inap atau tempat tidur layanan kelas III di semua rumah sakit di Kota Semarang.  Sebanyak 25 rumah sakit telah bekerja sama dengan Pemkot Semarang, dengan menyediakan ruang kelas III untuk pelayanan kesehatan gratis ini. Totalnya kurang lebih 800 tempat tidur kelas III. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here