Target Sertifikat Terancam Meleset

115

MUNGKID—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang belum berhasil menyelesaikan target pembuatan sertifikat tanah melalui program proyek operasi nasional agraria (Prona). Hingga akhir tahun ini, baru terealisasi  70 persen.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang, Bintarwan Widhiatso, mengatakan, Prona merupakan program pembuatan sertifikat gratis. Program ini dibiayai oleh APBN. “Proses terus berlangsung. Petugas BPN sangat serius menangani, bahkan sampai lembur baik pada hari kerja  maupun libur Sabtu dan Minggu, agar akhir 2017, target bisa tercapai,” tuturnya.

Bintarwan mengatakan, pembuatan sertifikat gratis ini diberikan, jika semua berkas persyaratan  lengkap. “Kelengkapan persyaratan, menjadi tanggung jawab pemohon.”

Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) membiayai pendaftaran, pemeriksaan berkas, pengukuran, dan penerbitan sertifikat. “Tetapi kenyataan di lapangan, banyak formulir yang dibagikan gratis oleh BPN, tidak diisi tepat waktu. Untuk membantu pemohon sertifikasi tanah Prona, desa atau dusun membentuk kepanitiaan,” kata Bintarwan.

Kehadiran panitia sangat membantu, karena mereka tahu betul sejarah status kepemilikan tanah. Yakni,  apakah tanah warisan atau sudah diperjualbelikan, atau dalam sengketa atau tidak. Tanpa pendampingan, pengukuran kerap  menemui kendala. Semisal,  saat pengukuran tanah, pemilik tidak tahu batas wilayah. Aatau, pengukuran tanah tanpa disaksikan pemilik tanah di sebelahnya. Padahal, target sertifikasi tanah Prona 2017 sebanyak 17.500 bidang.

Sementara petugas ukur tanah BPN Kabupaten Magelang seluruhnya 20 orang. Target itu dikhawatirkan bisa tak tercapai, jika tidak ada pendampingan di desa atau dusun. Dari hasil pengukuran tanah, lanjut Bintarwan, panitia desa atau dusun juga membantu dalam proses pemberkasan syarat pengajuan permohonan penerbitan sertifikat  tanah ke BPN. Ia menegaskan, anak buahnya dilarang menerima uang dari panitia desa atau dusun dengan alasan apapun. Jika sampai nekat melanggar, menjadi tanggungjawab sendiri, bukan kantor. (vie/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here